image
Login / Sign Up

Melamar Kerja Gak Sesuai Jurusan Tapi Bisa Diterima, Kok Bisa?

Ade Miranti

Image

Pencari kerja saat mencari lowongan dalam bursa kerja di Gedung Balai Kartini, Kuningan, Jakarta, Kamis (25/1). Bursa kerja ini menghadirkan puluhan perusahaan yang memberikan kesempatan bagi para pencari kerja untuk menempati berbagai posisi. Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan, pada tahun 2017 telah terjadi kenaikan jumlah pengangguran di Indonesia sebesar 10.000 orang menjadi 7,04 juta orang pada Agustus 2017 dari Agustus 2016 sebesar 7,03 juta orang | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO Cari kerja nggak sesuai jurusan, tidak masalah. Justru perekrut sebenarnya tidak melihat dari sisi jurusan. Namun, kebanyakannya sih perusahaan selalu mencari pekerja yang sesuai bidangnya atau jurusannya.

Dikutip dari situs pencari kerja Urbanhire, ada beberapa alasan perusahaan mau menerima pelamar beda jurusan, antara lain:

Bekerja Tidak Sesulit Belajar di Kampus

baca juga:

Ini jadi alasan utamanya. Karena, kenyataannya teori dan praktek di lapangan justru berbeda. Selama mengenyam bangku pendidikan, pastinya asupan teori lebih banyak diserap. Beda ketika bekerja, lebih mengandalkan praktek ketimbang teori.

Bekerja Itu Dibutuhkan Pola Pikir Dan Produktivitas

Para perekrut menilai seseorang bukan hanya dari jurusannya saja, tetapi cara pola pikirnya. Penilaian itu berawal dari proses tes psikologi, kemudian berakhir dengan interview. Dalam proses interview, si owner atau salah satu jabatan tertinggi di perusahaan yang berwenang ingin mengetahui visi dan misi yang tinggi dimiliki seorang pelamar.

Ini bisa memberikan nilai plus sehingga beda jurusan pun nggak masalah. Selain itu, keaktifan ketika berbicara juga menjadi pertimbangan perekrut untuk menerimanya.

Penampilan Bisa Jadi Pertimbangan

Segelintir perusahaan memang ada menerima pelamar yang tidak sesuai jurusan. Selain pandai berbicara dan aktif, penampilan juga diperlukan. Karena ada saja syarat untuk melamar di perusahaan tersebut juga mementingkan penampilan menarik.

Biasanya penampilan menarik lebih diutamakan di bagian marketing atau Account Executive (AE), teller, dan customer service. Intinya, first impression tidak boleh dilupakan agar bisa diterima meskipun lowongan tesebut tidak sesuai dengan jurusan Anda.

Rekomendasi Orang Terdekat Juga Berpengaruh

Adanya kenalan atau orang terdekat pada suatu perusahaan yang dilamar itu bisa mempengaruhi lolosnya kamu bekerja. Meski tidak sesuai jurusan. Namun, akan ada effort dari perusahaan yang menerima pelamar beda jurusan untuk menguasai bidang itu.

Tapi, seiring berjalannya waktu, pasti bisa melaluinya dan terbiasa dengan pekerjaan itu. Meski pada akhirnya perusahaan lebih mengutamakan sesuai jurusan atau bidangnya, tetapi ada juga perusahaan membuka lowongan kerja untuk umum tanpa menyertakan jurusan yang diinginkan. 

Dan ini jadi peluang bagi kamu yang baru lulus bisa melamar di perusahaan tersebut. Perlu diwaspadai, ketika melamar pada suatu perusahaan, harus dilihat terlebih dahulu profil dan jejak rekamnya.

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

News

Gubernur NTT: Perusahaan Tidak Menguntungkan Rakyat, Saya Tutup!

Image

Ekonomi

Menteri Rini Setujui NTT Punya Perusahaan Listrik Daerah

Image

Gaya Hidup

Wow! Gigi Hadid Pakai Mantel Bulu Kambing di Bandara Milan

Image

Ekonomi

Perusahaan-perusahaan Eropa Bakal Ekspansi Besar-besaran ke China, Ini Alasannya

Image

Ekonomi

Coba Langkah Ini Biar Kamu Sukses Hadapi Interview

Image

Ekonomi

Harga CPO Anjlok, Perusahaan Sawit di Aceh Ini Pun Rugi

Image

News

AS Tahan Petinggi Huawei Atas Tuduhan Pelanggaran Sanksi Oleh Perusahaan

Image

News

Gaji Karyawan Ini Dipotong Perusahaan karena Jarang Jalan Kaki, Kok Bisa?

Image

Ekonomi

Mau Cari Pekerjaan Baru? Desember Waktu yang Tepat Loh

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

BTN Fasilitasi KPR Khusus Pembeli Rumah Lelang

PT Bank Tabungan Negara (Persero) kembali berinovasi dengan menyediakan kredit pemilikan rumah (KPR) khusus bagi pembeli rumah hasil lelang.

Image
Ekonomi

Sambut Industri 4.0, Pemerintah Rancang Ekosistem Industri Fesyen

Kemenperin merancang ekosistem bisnis untuk industri fesyen yang menyambungkan rantai suplai industri tersebut.

Image
Ekonomi

Sandiaga Sesumbar Saat Jadi Wagub Mampu Kendalikan Harga Bahan Pokok Jelang Nataru

Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 2, Sandiaga Salahuddin Uno kembali melakukan aktivitas kampanyenya dengan mengunjungi Pasar.

Image
Ekonomi

Technology Improvement, Jurus INALUM Dorong Inovasi Berkelanjutan

Salah satu jurus INALUM dalam berkembang adalah menumbuhkan budaya inovasi melalui Technology Improvement Seminar (TIS).

Image
Ekonomi

Yayasan di Jepang Bantu 300 Single Parent Miliki Rumah Cuma-cuma

yayasan ini telah banyak membantu 300 orang berstatus single parent untuk mendapatkan tempat tinggal.

Image
Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi RI Kalah dengan PNG, Dosen UI: Yang Penting Kita Punya Menkeu Terbaik!

Dosen Universitas Indonesia (UI), Ronnie Higuchi Rusli menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia masih rendah dibanding negara-negara lain

Image
Ekonomi

Iran-Korea Utara Perketat Kerjasama Kurangi Dampak Sanksi AS

Iran dan Korut ingin mempererat hubungan sebagai perlawanan efek sanksi kejam Amerika Serikat (AS) terhadap kedua negara.

Image
Ekonomi

Setelah Toyota dan Hyundai, Yamaha Suntik Dana USD150 Juta ke Grab

Yamaha Motor Co. pada Kamis (13/12) setuju untuk menginvestasikan USD150 juta pada Grab.

Image
Ekonomi

Krueng Daroy Jadi Contoh Program Kolaborasi Penataan Kawasan di Banda Aceh

Salah satu contoh penataan kawasan kumuh yang patut ditiru adalah Kawasan Seutui di Banda Aceh.

Image
Ekonomi

Abang Ojol Dapat Mobil Mini Cooper, Berapa Sih Harganya di Indonesia?

Lantas, berapa sih harga satu unit Mini 3 Door yang berhasil didapatkan oleh Dedi?

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Arungi Piala Indonesia, Persib Diarsiteki 2 Pelatih Sekaligus

  2. Rusia dan Suriah Sepakat Singkirkan Dolar AS

  3. Hafiz/Gloria dan Tommy Tersingkir, Indonesia Tanpa Wakil di Semifinal

  4. Heboh! Abang Ojol Beli Mini Cooper Seharga Rp12.000 Saat Harbolnas

  5. Pemerintah Rayu 60 Investor Norwegia Berinvestasi di Indonesia

  6. Penembakan Pegawai Istaka Karya Dilatarbelakangi Masalah Kesejahteraan

  7. Mahfud MD: Mengapa Harus Meributkan Orang yang Ingin Mencitrakan Dirinya Baik?

  8. Polisi Ringkus Residivis Spesialis Bobol ATM yang Kedapatan Gondol Uang Rp200 Juta

  9. Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Ditargetkan Hingga 65 persen di Sumatera Utara

  10. Apa Kabar Luis Milla?

Available

fokus

Kaleidoskop 2018
Semangat Pahlawan di Dadaku
Info MPR RI
Available

kolom

Image
Ujang Komarudin

Isu PKI Serang Jokowi

Image
Achmad Fachrudin

Problematik Pemilih Perumahan Mewah

Image
Awalil Rizky

Mencermati Penerimaan Negara yang Melampaui Target APBN

Image
Hendra Mujiraharja

Pantaskah Persija Ungguli PSM?

Available

Wawancara

Image
Hiburan

Ketinggian Falsafah Sastra Melayu Tidak Tertandingi oleh Sastra Moderen

Image
Olahraga

Eko Yuli Irawan (3)

"Saya Masih Memikirkan Siapa yang Bakal Gantikan Saya"

Image
Olahraga

Eko Yuli Irawan (2)

"Atlet Junior Harus Bisa Mengalahkan Senior"

Sosok

Image
Ekonomi

Buka-Bukaan Alasan Erick Thohir Jadi Ketua Timses Jokowi-Ma'ruf Amin

Image
Ekonomi

Intip 10 Milenial yang Berpotensi Berada di Deretan Orang Terkaya Selanjutnya

Image
Ekonomi

Kalah dengan Transportasi Online, Bos Blue Bird Terlempar dari Daftar Crazy Rich RI