image
Login / Sign Up

Poempida, Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan yang Tergila-gila Formula One

Siti Nurfaizah

Image

Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Poempida Hidayatulloh saat ditemui di kantor BPJS Ketenagakerjaan, Jakarta, Kamis (15/11/2018). Pria kelahiran Sukabumi, Jawa Barat ini meninggalkan dunia politik supaya bisa fokus menjalankan aktivitasnya sebagai Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan. Poempida mengatakan, ia ingin meningkatkan pelayanan dan akurasi data BPJS Ketenagakerjaan. | AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

AKURAT.CO Dr. Poempida Hidayatulloh, B.Eng (Hon), PhD, DIC, lahir di Sukabumi, Jawa Barat, 18 Maret 1972, adalah Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan yang dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 23 Februari 2016. Masa Jabatannya sebagai Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan adalah untuk periode 2016-2021.

Sebelumnya Pria yang sangat tergila-gila dengan olahraga Formula 1 ini, adalah seorang pengusaha dan politisi Indonesia dari Partai Golkar. Pada tanggal 26 April 2012, ia resmi menjabat sebagai anggota DPR-RI periode 2009 - 2014. Poempida duduk di Komisi IX DPR RI yang membawahi bidang Ketenagakerjaan, Kesehatan dan Kependudukan.

Kendati demikian Poempida mengaku telah mengundurkan diri dari partai beringin dan ingin fokus di karier barunya sebagai Anggota Dewan Pengawas BJPS Ketenagakerjaan. Mantan Anggota Komisi IX DPR itu kini mengaku lebih tertarik berkecimpung sebagai Anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan ketimbang menjadi seorang politikus, sebagai jalan karirnya.

baca juga:

Poempida yang sangat menggandrungi buku-buku komik ini juga punya kegiatan lain di luar ketenagakerjaan sebagai Ketua Umum Organisasi Kesejahteraan Rakyat (Orkestra). Sebuah organisasi masyarakat yang didirikan sejak tanggal 14 Februari 2014 dan bergerak dalam mengangkat berbagai isu yang berkaitan dengan kesejahteraan rakyat.

Tim Ekonomi Akurat.co, pun berkesempatan untuk mewawancarai Poempida, untuk mengorek lebih jauh mengenai profil dan juga sepak terjangnya selama ini di BPJS Ketenagakerjaan. Berikut hasil wawancara bersama Poempi, panggilan akrabnya :

Bisa sedikit ceritakan bagaimana Anda bisa berkecimpung di dunia ketenagakerjaan?

Apa ya jawabannya, ya sebenarnya sih takdir saja. Saya juga tidak pernah mempunyai rencana, tidak pernah kemudian menjadi target dalam hidup saya sebenarnya. Tapi kemudian memang situasi dan kondisi membawa saya ke arah sektor ini. Bukan berarti menyesali, saya mensyukuri, dan alhamdulillah bisa banyak bantu orang, kan gitu saja sih sebenarnya. Dan ternyata juga selain banyak membantu orang, silaturahmi itu terbentuk. Jadi dengan aktivis aktivis buruh, serikat-serikat, jadi banyak teman, jadi hikmahnya di situ lah ya.

Walaupun persoalan yang dihadapi juga tidak simple juga, kadang-kadang berat dan kadang-kadang membutuhkan apa namanya, proses ya, berproses agak panjang. Tapi ya alhamdulillah lah saya cukup senang dan kemudian cukup menjiwai di dalam bidang Ketenagakerjaan ini, dan menurut saya banyak hal di dalam konteks pemikiran BPJS Ketenagakerjaan kedepan yang harus sudah mulai dirintis oleh pemerintah ini. karena terjadi disrupsi yang sangat cepat. Dan kalau kemudian pemerintah tidak mempunyai niat dari sekarang dan tidak membangun kebijakan yang berorientasi ke masa depan mungkin akan lebih banyak lagi orang yang terzalimi di dalam sistem ketenagakerjaan kita gitu.

Apakah memang ini sudah passion Anda untuk mengurusi bidang ketenagakerjaan ini?

Pada dasarnya saya seorang aktivis yang senang bergaul, saya pada prinsipnya dari kecil senang membantu orang, berteman gitu ya. Nah itu, kemudian matching di dalam aktivitas ketenagakerjaan itu. Karena kan masalah, sekarang saya dalam lembaga namanya BPJS Ketenagakerjaan, dalam konteks penjaminan sosial. Tapi sebenarnya saya kan di DPR juga sama, saya menangani salah satunya bidangnya adalah ketenagakerjaan. Dan sebelum-sebelumnya saya berhubungan baik dengan Menteri-menteri Ketenagakerjaan juga.

Saya masuk ke DPR itu sebenarnya kan di komisi I bidang Hankam, luar negeri, intelijen gitu ya. Eh tiba-tiba ribut sama temen-temen di komisi I, karena saya menolak untuk pergi ke luar negeri. Saya bilang untuk apa kita ke luar negeri ini untuk jalan-jalan atau bener-bener untuk mau meninjau, mau meninjau yang ditinjau apa? kan ada kedutaan. Akhirnya saya menolak dan ini dianggap mengganggu kepentingan teman-teman di komisi I pada saat itu. Sehingga saya digeser ke komisi IX, jadi kan dihukum gitu, karena orang bilang itu Komisi air mata. Saya juga nggak menyesali juga, buat saya yang paling penting dimana berkecimpung itu kita harus menunjukkan upaya yang maksimal. Ya Alhamdulillah lah pada saat itu kemudian komisi IX jadi komisi yang sangat menarik.

Kalau kita kemudian positif thinking dan kemudian juga kita mempunyai orientasi yang insyaAllah baik niatnya gitu, rasanya semua akan terbuka, apresiasi-apresiasi muncul.

Tapi memang cita-cita Anda memang maunya mengurus Ketenagakerjaan atau dulu ada cita-cita lainnya?

Ya saya sebenarnya cita-citanya simple, saya mau jadi insinyur, saya lulus SMA akhirnya ikutan UMPTN waktu itu. Dan akhirnya saya di terima di teknik kimia. Nah sambil berjalan saya juga ujian untuk mendapatkan beasiswa nya program Pak Habibie namanya "staid" waktu itu dan alhamdulillah saya dapat. Jadi baru awal di ITB saya masuk teknik kimia tiba-tiba saya dinyatakan lulus, jadi harus berangkat lah ke Inggris, ya saya ambil yang beasiswanya.

Poempida Hidayatulloh. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Kalau menurut Anda sendiri Sebagai dewan pengawas seharusnya sistem jaminan Ketenagakerjaan di Indonesia itu kedepannya harus seperti apa?

Sebetulnya yang paling mendasar itu adalah basis probabilitas. Probabilitas itu kalau di asas artinya semua bisa diakses di mana saja di bumi Indonesia, itu yang harus direalisasikan karena amanat undang-undang. Jadi kan sekarang memang beralih dari yang namanya proses klasik ke proses digital, itu adalah bagian daripada mempermudah orang mengakses. tapi kan persoalannya yang namanya jaminan sosial ini tidak serta-merta urusannya klaim, tidak serta merta urusannya iuran, tapi juga orang benar-benar merasakan manfaatnya. Kalau aksesnya bisa dilakukan secara digital buktinya kita sampai sekarang belum mempunyai mekanisme untuk memverifikasi suatu klaim secara digital, berat loh.

Sebagai ketua Orkestra boleh cerita-cerita sedikit mengenai kegiatan Anda di sana, mungkin ada yang bisa di share?

Ya Orkestra ini adalah organisasi Kesejahteraan Rakyat kita bangun di dalam konteks membangun basis kekuatan dalam tanda petik ya kekuatan suara. Suara itu maksudnya selantang-lantangnya kita menyuarakan persoalan-persoalan yang ada di bumi Indonesia ini di dalam korelasinya itu dengan kesejahteraan. Kalau orang-orang atau tokoh-tokoh yang bicara jadi sorotan, tapi kalau sudah tidak menjabat akan sulit kita menggaungkan kesejahteraan ini lagi. Tapi kalau orang-orang biasa tapi jumlahnya banyak yang ribut nah itu juga kan jadi sorotan.

Kita sudah banyak melakukan yang namanya advokasi, secara harian. Sebenarnya sekarang ini kita sudah pada tahap masuk ke riset-riset. Kita juga ingin mengukur seberapa besar sih achievement pemerintah. Jadi bukan sekedar kita mendengarkan tangisan orang kemudian menyuarakannya lagi, tapi kita juga ingin mengukur sebenarnya masyarakat ini harapannya apa, yang perlu kita perhatikan.

Dan mungkin dalam waktu ke depan ada beberapa program lagi yang kita akan launching, salah satunya juga adalah kita ingin mengedukasi masyarakat, anak-anak muda, untuk bisa membaca ‘sehat’. Karena kan orang sudah banyak kegiatan membaca tapi lupa referensi yang dipakai ini akurat atau tidak bener, atau enggak shahih, gitu kan.

Poempida Hidayatulloh. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Dengar-dengar Anda dulu pernah menjadi komentator olahraga F1, ceritanya bagaimana?

Tahun lalu waktu Rio Heryanto balapan, saya diminta sama radio swasta untuk menjadi komentator setiap live nya. Hobi saja sebetulnya, jadi dari tahun 90-an lah ya saya mengikuti Formula 1 dari jaman ayrton senna berlomba sama si elena cross dan kemudian masuk Michael Schumacher dengan Alonso sampai sekarang, Vettel dan Hamilton.

Di tahun 2004 saya ketemu sama pimrednya salah satu televisi swasta dan secara tidak sengaja ada program Formula 1 gitu loh ceritanya. Saya itu penggemar Formula 1 dan saya pengen dong, akhirnya dikasih peluang, dan jadilah komentator, karena memang menyenangi dan hafal, jadi diundang terus. Tapi kemudian saya sudah masuk politik jadi saya stop, harus tahu diri lah, masa mau semuanya.

Tapi kemarin anak-anak radio yang saya dekat dengan mereka, ada program mengikuti karir Rio, mereka menawari bisa tidak jadi komentator lagi, oh bisa banget jadi sudahlah setiap kali ada ini saya nobar dengan anak-anak radio itu dan sambil ngomentarin, ya gitu aja sih. Tapi itu adalah sebuah hobi yang menurut saya tidak tahu, saya belum bosan dan tidak akan bosan.

Karena ini memang sudah hobi Anda dari dulu?

Ya hobi gitu jadinya. Ya kan sebenarnya manusia ini selalu berlomba di kehidupannya. Berlomba dari macam-macam dan salah satunya Formula 1 ini bisa menggambarkan bagian dari pada perlombaan didalam konteks kemanusiaan. Bukan kemanusiaan saja tapi humanity.

Kalau motor gede Anda juga suka?

Ya saya juga dulu punya beberapa motor gede (moge) tapi sekarang saya masuk ke motor sedang saja. Saya masih ada di rumah motor 250cc Yamaha R25 udah enak lah itu. Dulu motor gede itu enak dipakai karena jalannya nggak semacet sekarang. Akhirnya kan mending saya motor kecil maksudnya gak kecil-kecil banget, sedang tapi bisa ngebut juga di jalanan bisa dapat adrenalin dari situ dan kalau jalan macet saya masih bisa belok-belok di sela-sela mobil.

Poempida Hidayatulloh. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Kalau buku yang paling banyak Anda baca apa?

Prosentase buku yang paling banyak saya baca itu ya komik. Saya ini senang banget komik mulai dari marvel, disney, gundala, anime, macam-macam lah. Mahabharata, baratayuda, era kosasih, gundala, ghodam sudah semuanya sudah khatam. Prosentase hidup saya lebih banyak baca komik sebenernya ketimbang baca buku yang serius. Buku yang serius itu juga sebenarnya lebih banyak dalam konteks akademisi dan penasaran saya terhadap bidang tertentu, tapi ngapain terlalu pusing pusing mikirin toh kita juga enggak mau jadi penemu kan. Jadi hibur aja dengan hidup kita punya, imajinasi. Tapi saya tipe yang banyak baca apa saja, tidak peduli mulai sejarah saya senang sampai ke kuantum fisik saya juga sekarang saya belajar.

Kalau tokoh atau sosok yang menginspirasi sebenarnya siapa?

Menginspirasi dalam konteks macam-macam, ya banyak sih tidak hanya 1 orang saja. Saya itu orang yang tidak impresif dengan kekayaan, dengan jabatan, saya lebih impresif dengan nilai aktivitas dan pemikirannya itu yang saya hargai. Yang menurut saya juga banyak memberikan hal positif, Pak Jusuf Kalla juga begitu Pak BJ Habibie juga begitu, tapi dalam konteks yang berbeda-beda. Saya juga penggemar Prabowo, saya penggemar Jokowi juga, kagum sama dua-duanya. Jadi saya orang yang senang dengan pikiran Prabowo saya juga senang dengan gayanya Jokowi, karena saya sharing the same path. Saya juga kagum dengan tokoh-tokoh dunia, seperti Columbus atau Tesla misalnya.

Tapi intinya buat saya, saya bukan orang yang fokus pada individu. Saya lebih senang kalau memilih tokoh itu di dalam konteks, ayok saya challenge lah pikiran anda. Dan kalau dia merespon challenge itu saya pasti apresiasi karena saya tidak suka yang terlalu fokus ke individu tertentu. []

Poempida Hidayatulloh. AKURAT.CO

Editor: Denny Iswanto

Sumber:

berita terkait

Image

News

Caleg PDIP Dorong Percepatan Pembangunan di Banten

Image

Olahraga

Formula 1 2019

Dua Hari Beruntun Kuasai Tes, Ferrari Disingkirkan Raikkonen

Image

News

Ferrial Sofyan Resmi Diberhentikan sebagai Wakil Ketua DPRD DKI

Image

Ekonomi

Misbakhun Jelaskan Alasan Target RPJMN 7 Persen Belum Tercapai

Image

Hiburan

Hobi Kulineran Bareng Pacar, Berat Badan Joshua Suherman Naik Sepuluh Kilo

Image

Ekonomi

Beri Bantuan Ke Petani Madura, Mentan: Ini Kabinet Kerja, Bukan Penebar Janji

Image

News

Ini Alasan RUU Kepulauan Penting Segera Disahkan

Image

News

Bamsoet Ingatkan Pemilu Bukan Hanya Memilih Presiden Saja, tapi Caleg Juga

Image

News

Kebijakan Anies Soal Pengelolaan Apartemen Didukung Politisi Partai NasDem

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Optimisme Meredanya Perang Dagang AS-China Dongkrak Harga Emas

Karena optimisme pada perundingan perdagangan AS-China membuka kemungkinan meningkatnya permintaan emas dari China.

Image
Ekonomi

Yuan Masih Menang Bertarung dengan Dolar AS

Kurs tengah nilai tukar mata uang China renminbi atau yuan menguat 338 basis poin menjadi 6,7220 terhadap dolar AS.

Image
Ekonomi

India Beli Minyak Besar-besaran dari Venezuela, Manfaatkan Sanksi AS

Impor minyak India dari Venezuela melonjak 66 persen pada paruh pertama Februari menjadi 620.000 barel per hari.

Image
Ekonomi

Pembiayaan Utang Hingga Januari 2019 Telah Mencapai Rp122,5 Triliun

Jumlah pembiayaan utang ini meningkat dibandingkan dengan tahun lalu sebesar Rp 27 triliun.

Image
Ekonomi

Premi Asuransi Umum 2018 Tumbuh 9,6 Persen

Pendapatan premi asuransi umum pada 2018 sebesar Rp69,9 triliun, tumbuh sebesar 9,8 persen dibandingkan dengan pada 2017.

Image
Ekonomi

Peluang dan Tantangan KPBU Properti

KPBU perumahan adalah partisipasi sektor swasta dalam investasi penyediaan perumahan (khususnya rusunawa atau rusunami).

Image
Ekonomi

Hingga Januari 2019, Belanja Bansos Naik Signifikan Sebesar 182,9 Persen

Belanja Bansos awal tahun tumbuh sebesar 182,9 persen di banding realisasi di Januari 2018 yang sebesar Rp5,3 triliun.

Image
Ekonomi

Ekonom Ramal BI Pertahankan Lagi Suku Bunga Acuan 6 Persen

BI diperkirakan masih andalkan cadangan devisa bukan melalui instrumen suku bunga dalam jangka pendek ini untuk stabilikan kurs rupiah.

Image
Ekonomi

Testimoni Sudirman Said, Bisa Buka Kotak Pandora Praktik Loby-loby Energi

Sudirman Said mengatakan dua hal terkait dengan pertemuan diam-diam Presiden Jokowi dan CEO Freeport dan terkait dengan surat investasi.

Image
Ekonomi

IHSG Terjun Bebas Hingga Lemas

Indeks LQ45 turun 0,52 poin atau 0,1 persen menjadi 1.018.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Akun Palsu Serang Pemerintah, Ferdinand: Saya Tidak akan Pernah Mengkritik dengan Kalimat Kasar

  2. JK Jujur Jika Bertolak Belakang Dengan Presiden Jokowi Demi Pembangunan

  3. Kubu Pendukung Prabowo Pertanyakan Pemegang Saham Mayoritas Unicorn

  4. Fahri Hamzah: Orang Ngomong Idiot Aja Dipenjara, Nih Aku Ngomong Sontoloyo!

  5. Prabowo Subianto Diminta Cabut Pernyataannya Soal Bandara Kertajati dan Minta Maaf

  6. Survei LSI: Hanya Ada 7 Parpol yang Lolos ke Parlemen

  7. Terbongkarnya Kepemilikan Lahan Kedua Kubu Capres, Siapa Terbesar?

  8. Balas Trump, Hillary Ungkapkan Darurat Nasional Yang Sesungguhnya

  9. Soal Lahan HGU, Prabowo seperti Menembak Dirinya Sendiri 

  10. Di Saat Prabowo Kuasai Lahan, Rakyat Tak Punya Lahan Memadai

Available

fokus

Debat Pilpres 2019
Mengupas Visi Misi Ekonomi Paslon
Golden Globe 2019
Available

kolom

Image
Ilham M. Wijaya

Peluang dan Tantangan KPBU Properti

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Panggung Debat Kedua Milik Jokowi

Image
Achmad Fachrudin

Bola Panas Logistik Pemilu 2019

Image
Hervin Saputra

Bisakah Kebenaran Mengalahkan Budaya Curiga dalam Kasus Jokdri?

Available

Wawancara

Image
Iptek

Debat Pilpres 2019

Ahmad Agus Setiawan: ‘Milenial Lebih Cepat Beradaptasi pada Sisi-sisi Tertentu, Terutama Digital’

Image
Hiburan

Cerita Egy Fedly Saat Pandangan Pertama Menjemput Jodoh

Image
Olahraga

Susy Susanti

"Sekarang Saatnya Pemain Putri Mengubah Mindset"

Sosok

Image
News

Dari Aktor hingga Politisi, Ini 5 Fakta Perjalanan Karier Rano Karno

Image
News

10 Aksi Susi Pudjiastuti di Atas Perahu, Menantang Laut

Image
News

7 Potret Ketegaran Ani Yudhoyono Jalani Pengobatan Kanker Darah