image
Login / Sign Up

YLKI: Kebijakan Pelarangan Iklan Rokok oleh PT KAI Alami Kemunduran

Andi Syafriadi

Image

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi saat memberikan seminar mengenai Rokok di Jakarta, Kamis (2/8) | AKURAT.CO/Rizal Mahmuddin

AKURAT.CO Menurut Yayasan Perlindungan Konsumen Indonesia (YLKI), semua pihak mengakui bahwasanya KAI sebagai moda transportasi masal, dimana kereta api telah melalukan transformasi, bahkan “revolusi”, baik dari sisi hulu hingga hilir.

Dari sisi hulu berbagai kemajuan signifikan telah dicapainya, termasuk pencapaian revenue, sehingga PT KAI terus meningkat keuntungannya.

Dan dari sisi hilir pelayanan PT KAI boleh diacungi jempol. Kondisi ini bermula saat managemen PT KAI dibawah komando langsung Ignasius Jonan, sebagai Dirut  PT KAI.

baca juga:

Menurutnya, salah satu terobosan dari sisi pelayanan itu adalah mewujudkan kereta api tanpa rokok.

Waktu itu katanya Jonan menggebrak bahwa siapapun tidak boleh merokok di area stasiun, dan di dalam kereta api. Jika terbukti ada penumpang yang merokok, akan diturunkan di tengah jalan. Dan hal itu beberapa kali dilakukan.

“Penegakan hukum kebijakan kereta api tanpa rokok waktu itu cukup tegas, bahkan keberadaan iklan rokok di area stasiun pun udah dilarang, Iklan rokok yang semula masih bertebaran di stasiun, menjadi bersih bahkan hilang," ujar Tulus Abadi selaku Ketua Pengurus Harian YLKI melalui siaran Pers, pada hari Jumat (16/11).

Namun, terkait dengan kebijakan larangan iklan rokok di area stasiun, lanjut Tulus, makin kesini makin terjadi kemunduran yang sangat di managemen PT KAI, kok bisa ? Karena iklan rokok kembali bertebaran di hampir semua stasiun kereta api.

Menurut hasil monitoring YLKI beserta jaringannya, iklan rokok banyak ditemukan di stasiun Yogyakarta (Tugu dan Lempuyangan), Stasiun Semut dan Gubeng di Surabaya, Stasiun Solo Balapan di Solo, Stasiun Purwokerto, dan Stasiun Tawang Semarang.

Melalui hal ini, berikut beberapa catatan kritis disampaikan YLKI kepada para managemen PT KAI.

Pertama, ujar Tulus, melalui hal tersebut menandakan  bahwa adanya penurunan pelayanan PT KAI pada konsumennya, sebab dengan maraknya iklan rokok di stasiun, PT KAI telah memberikan pesan dan promosi negatif kepada konsumennya.

Kedua, hal ini menandakan perilaku kebijakan yang inkonsisten pada managemen PT KAI. Di satu sisi menjadikan stasiun sebagai area atau wahana Kawasan Tanpa Rokok (KTR), tapi di sisi lain mempromosikan/mengiklankan produk rokok di area KTR.

Ketiga, terkait hal itu, PT KAI dinilai telah melanggar UU Kesehatan, PP No. 109/2012, berbagai Perda/Pergub/Perwali tentang KTR. Bahwa area KTR (stasiun) dilarang sebagai tempat promosi/iklan/sponsorship produk rokok.

Keempat, lanjutnya, alasan yang disampaikan managemen PT KAI bahwa iklan rokok di stasiun harus berizin Pemda, adalah alasan sesat pikir.

Sontak melalui kritikannya, Tulus menegaskan bahwasanya ini menunjukan managemen PT KAI 'Ga Paham' Regulasi.

“Ini menunjukkan managemen PT KAI tidak paham regulasi, atau hanya pura-pura tidak paham, atau sengaja melanggar regulasi. Bahwa tanggung jawab iklan rokok di area bangunan stasiun adalah mutlak 'Tidak boleh'," ujar Tulus.

Kelima, maraknya iklan rokok di stasiun ini menjadikan stasiun sebagai area yang tidak ramah untuk anak-anak, bahkan remaja.

"Jelas saja bahwa anak-anak dan remaja harus dijauhkan dari produk dan promosi rokok. Tetapi stasiun sebagai area publik yang banyak dikunjungi anak-anak justru bertebaran iklan rokok. Patut diduga maraknya iklan rokok di stasiun melanggar UU tentang Perlindungan Anak. UU tentang Perlindungan Anak mengamanatkan bahwa zat adiktif (rokok) harus dijauhkan dari jangkauan anak-anak,” ujar Tulus. []

Editor: Denny Iswanto

Sumber:

berita terkait

Image

Iptek

Dituduh Diskriminatif, Facebook Ubah Kebijakan Iklan Platformnya

Image

Ekonomi

Penggabungan SKM dan SPM Justru Picu Persaingan Tak Sehat Bagi IHT

Image

Ekonomi

Ekspor Rokok dan Cerutu di 2018 Capai USD931,6 Juta

Image

Iptek

Sepanjang 2018, Google Blokir 2,3 Miliar Iklan 'Jahat'

Image

Ekonomi

ESDM Bangun 14 Sumur Bor di Magelang, 40 Ribu Jiwa Nikmati Air Bersih

Image

News

Waspadai Rokok Kretek Asing Berbandrol Murah

Image

Ekonomi

YLKI Tuding Tarif Bus Damri Naik Diam-diam

Image

News

Eks Menkes Usulkan Pertanyaan Penanggulangan Rokok pada Debat Ketiga

Image

News

KPAI Tuntut Siapapun Presiden Terpilih Harus Kurangi Penggunaan Rokok di Indonesia

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Hingga Februari 2019, Penerimaan Pajak Capai Rp160,84 Triliun

Dari jumlah tersebut artinya telah terkumpul setara dengan 10,20 persen dari target yang telah ditentukan.

Image
Ekonomi

Masuki Era Industri 4.0, Pusat Inovasi Jadi Elemen Penting

Kementerian Perindustrian menyatakan pusat inovasi merupakan elemen penting dalam memasuki era Revolusi Industri 4.0.

Image
Ekonomi

Harga Minyak Dunia Beragam Akibat Pengaruh Pasokan

Karena pasar memperkirakan peningkatan persediaan minyak AS dan pemangkasan produksi OPEC

Image
Ekonomi

Tak Kalah dengan CPNS, Bekerja di BUMN Banyak Untungnya Intip Yuk

Bekerja di BUMN tidak berbeda jauh dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS), karena tetap bekerja di lembaga atau korporasi milik pemerintahan.

Image
Ekonomi

Dolar AS Lemas, Harga Emas Kembali Beringas

Penguatan ini karena dolar AS melemah menjelang akhir pertemuan dua hari para pembuat kebijakan bank sentral Amerika Serikat.

Image
Ekonomi

Yuan China Lemah di Hadapan Dolar AS

Kurs tengah nilai tukar mata uang China, renminbi atau yuan, melemah 39 basis poin menjadi 6,7101 terhadap dolar AS.

Image
Ekonomi

Saham-saham Bursa Asia Turun Tipis Menunggu Putusan The Fed

Di tengah harapan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (Fed) akan tetap berpegang pada sikap dovish.

Image
Ekonomi

Dolar AS Melemah Imbas Spekulasi pada Kebijakan The Fed

Hal ini, karena kekhawatiran atas kekuatan ekonomi AS dan ekspektasi bahwa Federal Reserve (Fed).

Image
Ekonomi

Wall Street Bervariasi di Tengah Laporan Data Ekonomi

Para investor mempertimbangkan sejumlah data ekonomi yang baru dirilis.

Image
Ekonomi

Terlalu Fokus Sama Karir, Kelima Zodiak Ini Kerap Lupa dengan Pasangan Cintanya

Yuk intip, zodiak apa saja yang sedang fokus terhadap karir sampai terkadang lupa kalau punya pasangan.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Panglima FPR Siap Jadi Perisai Hidup untuk Joko Widodo

  2. Nyaleg, 5 Gaya Blusukan Vicky Prasetyo yang Curi Perhatian

  3. Di Usia Senja, Ilmuwan Jepang Ini Tetap Berusaha Hidupkan Kembali Mammoth

  4. Soal KTP Jadi Kartu Sakti, Malaysia Lebih Dulu Memulainya sejak 2011

  5. Seri 737 Max 8 Masih Bermasalah, Boeing Diam-diam Rilis Pesawat Terpanjang

  6. Pertaruhkan Nyawa, Ferdinand Bakal Perangi Prabowo-Sandiaga Bila Hapus Hari Santri

  7. Media Vietnam Sebut Skuat Indra Sjafri "Berlimpah"

  8. Intip 5 Negara yang Terapkan Kartu Sakti Hanya dengan KTP

  9. Pertama Kali Azan Dikumandangkan di Ruang Publik Selandia Baru

  10. Swing Voters Indonesia: Sandiaga Menang Telak dari Ma'ruf Amin

Available

fokus

Kisah Juru Pijat Tunanetra
Teror Masjid Selandia Baru
Di Balik Pakaian Bekas Impor
Available

kolom

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Debat Cawapres: Perang Kartu Sakti

Image
Ujang Komarudin

Menanti Kejutan di Debat Ketiga

Image
Hendra Mujiraharja

Perez Memalingkan Muka dari Mourinho untuk Zidane

Image
Hervin Saputra

Seberapa Kuat "Tradisi Indonesia" di All England?

Available

Wawancara

Image
Iptek

Sepeda Listrik Jadi Polemik, Migo Beri Jawaban!

Image
Gaya Hidup

Chief Company Barbershop

Jatuh Bangun Chief Barbershop di Tangan Fatsi Anzani dan Oky Andries

Image
Hiburan

Dik Doang: Aku Sedang Berjalan di Kesunyian

Sosok

Image
News

7 Potret Seru Kahiyang Ayu Bercengkerama dengan Buah Hati

Image
News

8 Gaya Kampanye Bertrand Antolin, dari Sosialisasi Pemilu sampai Bancakan

Image
News

5 Fakta Menarik Perjalanan Karier Dede Yusuf, dari Atlet hingga Politisi