image
Login / Sign Up

CIPS Ingin Pemerintah Evaluasi Kebijakan Tata Niaga Gula

Rizal Mahmuddhin

Image

Seorang petugas memperlihatkan gula refinasi hasil penyitaan yang akan dimusnahkan di lapangan parkir Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Kamis (28/9). Kemendag melakukan penyitaan gula berbagai merek sebanyak 21,3 ton, dari toko maupun pedagang pasar. Sedangkan daging beku kedaluwarsa yang didatangkan dari Australia sebanyak 47,9 ton. | Sopian

AKURAT.CO Kepala Penelitian Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Hizkia Respatiadi menginginkan pemerintah mengevaluasi sejumlah kebijakan yang terkait dengan tata niaga gula di Tanah Air.


"Pemerintah perlu melakukan revisi terhadap beberapa peraturan dalam tata niaga gula nasional. Salah satunya adalah Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 117 tahun 2015 Pasal 5 (2) yang menyatakan pemerintah hanya memberikan lisensi impor kepada para BUMN," katanya di Jakarta, Selasa (14/11).

Menurut dia, walaupun tidak ada batasan terhadap jumlah gula yang diimpor, tingkat persaingan di pasar gula akan tetap oligopolistik karena terbatasnya jumlah importir yang terlibat.

Dalam kondisi ini, ujar dia, BUMN yang memiliki lisensi impor tetap mampu mengontrol harga gula dengan mengendalikan jumlah gula yang diimpornya.

"Revisi ini penting untuk mendorong terciptanya proses pemberian lisensi yang lebih adil dan transparan untuk mencegah terjadinya praktik kartel," ucapnya.

Hizkia menambahkan, setelah reformasi kebijakan ini dilaksanakan, perusahaan-perusahaan yang terkait dengan industri gula akan lebih enggan untuk menimbun stok dan melakukan spekulasi harga karena mereka harus menghadapi persaingan yang semakin ketat seiring dengan bertambah banyaknya para importir gula.

Sementara itu, lanjutnya, para konsumen akan memiliki lebih banyak pilihan karena adanya pasokan gula dari para importir yang jumlahnya semakin bertambah.

Selain itu, Hizkia juga menginginkan pemerintah sebaiknya tetap mengontrol jumlah gula yang diimpor sebagaimana yang ada diatur dalam Permendag No 117 tahun 2015 pasal 3.

Sebagaimana diwartakan, rembesan gula rafinasi yang beredar di pasar dinyatakan ilegal dan pelakunya akan ditindak, kata Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Karyanto Suprih.

"Kalau Kementerian Perindustrian memastikan impor gula rafinasi sesuai dengan kebutuhan industri, kalau Kementerian Perdagangan melihatnya di pasar, apakah ada rembesan atau tidak. Kalau ada berarti ilegal," ujar Karyanto di Jakarta, Selasa.

Karyanto memaparkan, izin impor gula rafinasi untuk industri ditetap pada rapat koordinasi tingkat Kemenko Perekonomian yang dihadiri oleh kementerian teknis.

Dalam hal ini, Kementerian Perindustrian melalui wewenangnya dapat mengecek langsung kebutuhan gula rafinasi untuk industri, dan kemudian memastikan bahwa seluruh impor gula rafinasi tersebut dimanfaatkan sesuai dengan besaran impor yang diajukan.

"Kalau melanggar, Kemenperin akan memberikan sanksi. Jangan sampai pengajuannya tidak sesuai. Jadi, sudah ada aturannya," kata Karyanto.

Diketahui, beredarnya gula rafinasi secara ilegal di pasar menyebabkan petani tebu dan produsen gula lokal mengalami kerugian.[]

baca juga:

Editor: Prabawati Sriningrum

Sumber:

berita terkait

Image

News

Debat Pilpres 2019

BPN Pertanyakan Klaim Pemerintahan Jokowi Ambil Alih PT Freeport, Sudirman: Itu Lebay

Image

News

Usai Putusan MA, Muncul Tagar #HTILanjutkanPerjuangan

Image

News

MA Tolak Kasasi HTI, Intelektual NU: Islam Yes, Khilafah No!

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

Isu Impor Pangan Akan Jadi Perdebatan yang Sengit

Image

Ekonomi

Dongkrak Ekspor, Kementan Terus Kembangkan Produksi Bunga Krisan

Image

Ekonomi

Masih Buntu, China-AS Akan Lanjutkan Negosiasi Dagang Pekan Depan

Image

Ekonomi

Ekonomi Ala Jokowi Vs Prabowo

Tugas Berat Capres, Atasi Kerawanan Pangan Tanpa Impor

Image

Ekonomi

Utang Luar Negeri Indonesia Membengkak, Jadi USD376,8 Miliar

Image

Ekonomi

Impor Avtur Turun, Tapi Harganya Justru Naik

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi
Debat Pilpres 2019

Ingin Sukses, Ini yang Harus Ditawarkan Pasangan Calon Soal Isu Lingkungan

Perlu badan penanganan dan pengolahan sampah nasional.

Image
Ekonomi

Bertemu Bukalapak, Jokowi Ingatkan Eratnya Koneksi Bisnis Daring Dengan UMKM

Bukalapak merupakan satu dari empat unicorn di Indonesia selain Gojek, Traveloka dan Tokopedia.

Image
Ekonomi
Debat Pilpres 2019

Menyentuh! Begini Komentar dan Harapan Para Milenial untuk Debat Nanti

Milenial menyuarakan keinginannya pada debat capres kali ini. Dan mereka juga menyampaikan harapannya untuk perekonomian ke depannya.

Image
Ekonomi
Ekonomi Ala Jokowi Vs Prabowo

Indonesia-Australia Sepakati Perjanjian Dagang, Tambah Catatan Prestasi Jokowi

Kesepakatan miliaran dolar mencakup peningkatan akses otomotif, tekstil, kayu, barang elektronik dan obat-obatan Indonesia ke Aussie.

Image
Ekonomi
Debat Pilpres 2019

Jokowi Akan Sampaikan Realisasi Data Ekonomi, Lingkungan, Energi dan Pangan

Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo akan menyampaikan realisasi data ekonomi dan lingkungan dalam debat capres Pilpres 2019 kedua.

Image
Ekonomi
Debat Pilpres 2019

BPN: Prabowo Sangat Santai Hadapi Debat Besok

Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, sangat santai menjelang debat kedua yang akan berlangsung Minggu (17/2/2019).

Image
Ekonomi
Debat Pilpres 2019

Jokowi Klaim Bakal Sampaikan Realisasi dan Data Ekonomi Dalam Debat Kedua

Pasangan capres dan cawapres tampil, maka pada debat kedua hanya mempertemukan capres.

Image
Ekonomi

Jokowi Khawatir Gerakan Uninstall Bukalapak Rugikan UMKM

gerakan unistall bukalapak menurut Jokowi merupakan hal yang akan merugikan para pelaku UMKM.

Image
Ekonomi

Tarif Pesawat Turun Bila Pemerintah Subsidi 50 Persen Harga Avtur

harga tiket pesawat baru akan turun asalkan avtur dapat disubsidi oleh pemerintah.

Image
Ekonomi

Menaker Ingin Masyarakat Manfaatkan Medsos untuk Bisnis Bukan Sebar Hoax

Menaker pelaku usaha ritel dan dan usaha Kecil dan Menengah (UMKM) agar memanfaatkan platform media sosial secara optimal untuk berbisnis.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Jarang Terekspos, 10 Kemesraan Romy Rafael dan Istri yang Harmonis

  2. Cak Imin: Gara-gara Uninstall Saya Jadi Kerepotan

  3. Prabowo Tidak Pamer Salat Jumat, Tengku: Khawatir Massa Histeris Ingin Menyalami

  4. CEO Persija: Perempuan yang Dilecehkan Simic dari Indonesia

  5. Pramono Anung Sebut Jokowi Telah Menerima Permintaan Maaf CEO Bukalapak

  6. Pendiri Bukalapak Sebut 'Presiden Baru', Rian Ernest: Menurutku Dia Sudah Jelas Dukung 02

  7. Ada yang Baru di Kota Tua

  8. Ketua BTP Mania Dipolisikan Alumni 212, Fahri Hamzah: Ahok Kembali Jadi Masalah

  9. Fahri Hamzah: Debat Pilpres Kedua Harus Ungkap Siapa Mereka Sebenarnya

  10. 'Skenario' Ahok Gantikan Ma'ruf Amin, Rustam: Pikiran Konspiratif yang Merendahkan

Available

fokus

Debat Pilpres 2019
Mengupas Visi Misi Ekonomi Paslon
Golden Globe 2019
Available

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Menanti Kejutan Debat Kedua

Image
Hervin Saputra

Al Araibi: Olahraga, Politik, atau Hak Asasi Manusia?

Image
Cosmas Kopong Beda

Masihkah Sepak Bola Modern Membutuhkan Kapten Ikonik?

Image
Cosmas Kopong Beda

The Blues (Harus) Bersabar dengan Kerja Maurizio Sarri

Available

Wawancara

Image
Hiburan

Cerita Egy Fedly Saat Pandangan Pertama Menjemput Jodoh

Image
Olahraga

Susy Susanti

"Sekarang Saatnya Pemain Putri Mengubah Mindset"

Image
Hiburan

Kekecewaan Egi Fedly Terkait Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak

Sosok

Image
News

Dari Ketemu Raisa hingga Pejuang Kanker, 10 Potret Sutopo Purwo yang Menginspirasi

Image
Hiburan

Ingin Sukses Jadi Youtuber seperti Jess No Limit? Berikut Tipsnya!

Image
Olahraga

Valentino Rossi

Rossi, Sosok yang Penuh Perhatian dan "Kepala Dingin"