image
Login / Sign Up

Blak-blakan Strategi UUS Sinarmas dalam Tabungan Haji Hingga Rencana Spin Off

Denny Iswanto

Image

Halim, Direktur Sharia Bank Sinarmas, saat berbincang-bincang santai dengan Akurat.co. | AKURAT.CO/Denny Iswanto

AKURAT.CO PT. Bank Sinarmas Tbk. atau Bank Sinarmas melalui Unit Usaha Syariah resmi menjadi Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggara Ibadah Haji (BPS-BPIH). Untuk selanjutnya, Bank dapat melayani pendaftaran haji melalui jaringan cabang Unit Usaha Syariah Bank Sinarmas.

Halim, Direktur Sharia Bank Sinarmas mengatakan pihaknya berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

"Sebagai BPS-BPIH, Unit Usaha Syariah Bank Sinarmas telah dapat melayani nasabah untuk pendaf‘taran dan pelunasan haji dengan bekerjasama dengan Kementerian Agama dan BPKH," ujar Halim, kemarin (18/9).

baca juga:

Selain itu Unit Usaha Syariah Bank Sinarmas juga ditetapkan sebagai Bank Penempatan untuk menduku ng BPKH dalam mengelola dana haji dengan memfasilitasi nasabah calon haji dalam mendapatkan porsi haji dengan Tabungan Simas Haji IB sebagai tabungan persiapan haji yang bebas biaya administrasi, mendapatkan bagi hasil, dan bertransaksi dengan kartu ATM GPN.

Berikut bincang-bincangsantai tim Akurat.co bersama Direktur Sharia Bank Sinarmas mengenai tabungan Simas Haji ini dan rencana kerja perbankan di tahun-tahun mendatang:

1. Bagaimana target dari produk Tabungan Simas Haji ini?

Kami menargetkan akhir tahun ini ada 600 booking seat. Jadi beda dengan menabung loh, booking seat haji itu berarti nasabah sudah setor Rp25 juta.

Untuk tahun depan di 2019 ya sekitar 2.000 booking seat lah. Karena sekarang ibaratnya kita start di bulan september, tapi tahun depan kan kita mulai di Januari sampai setahun penuh di 2019.

Dalam 5 tahun kedepan mungkin bisa 5.000 booking seat. Jadi kalau dihitung kamu mau 100 persen lonjakannya.

2. Strateginya bagaimana untuk mencapai target booking seat itu?

Strateginya, banyakin jaringan network ya. Kita ada berbagai macam grup yang kita bisa garap. Apalagi grup Sinarmas ada mulai dari properti, telekomunikasi, maupun consumer good.

Jadi diharapkan dengan fasilitas ini mereka bisa mendaftarkan sejak dini untuk tabungan haji ke kita. Tapi semua mesti terkontrol.

3. Cara menghadapi persaingan dengan bank syariah lain di segmen tabungan haji?

Kan semua balik lagi ke layanan, kita akan berikan gimmick di sana. Jadi kita tidak takut persaingan. Apalagi market tabungan haji masih besar. Network kami dari sabang-merauke. Termasuk menyasar semua kalangan.

BPKH juga akan menkampanyekan Gress, gerakan pemberangkatan haji sejak dini. Dan pendaftaran haji mulai dari 20-30 tahun dengan masa tunggu 20 tahun jadi kita berikan layanan agar ibadah lebih optimal.

4. Membedakan dengan tabungan haji lain?

Sebenarnya fiturnya sama, tapi mungkin gimmick nya yang kita kasih akan berbeda karena Sinarmas akan memberikan kemudahan, kita kan koordinasi dengan BPKH, bisa saja kita kasih dana talangan. Fasilitas layanan itu seperti free biaya administrasi.

Tabungan para haji harus dikasih kemudahan, karena mereka tamu-tamu Allah. Nanti akan kita coba pasangkan dengan asuransi, tapi kita lagi coba hitung dulu diakumulasi. Yang paling penting gimmick-gimmick itu yang kita berikan sebagai nilai tambah produk.

5. Target pengelolaan dana haji ini akan dikemanakan?

Nanti kira-kira kami akan banyak berkoordinasi dengan BPKH yang kita dapatkan dari proggram ini semua. Bagaimana sinarmas bisa punya 6 fungsi layanan, kita lagi cari cara supaya bisa menjadi mitra investasi. Saya pikir ingin secepatnya supaya jadi mitra investasi.

6. Selain fokus ke produk tabungan haji ada rencana spin off kah?

Sebenarnya kita punya agenda spin off itu dari tahun lalu, tapi ada beberapa hal yang perlu tunda. Mudah-mudahan di pertengahan 2020 kita siap spin off, saat ini persiapannya masih clear.

Tidak ada kendala, cuma persiapan saja yang harus matang. Yang dilakukan saat ini, kami bertemu dengan regulator, diskusi dengan kita. One to one meeting, di minggu lalu.

7. Apa saja yang perlu dipersiapkan?

Nanti yang perlu dipersiapkan spin off adalah Batas Maksimum Pemberian kredit (BMPK) itu yang mesti dipersiapkan, kenapa? Kredit-kredit yang besar, mungkin kena BMPK nya, kita mesti persiapkan minimal 1 tahun.

Atau yang sudah eksis, karena begitu spin off kita harus kuat modal sendiri melakukan pembiayaan, ketika aset sekitar Rp 6,5 triliun, dan lagi kita akan langsung beroperasional di BUKU II dengan modal inti Rp 1,5 triliun, semua dilakukan setelah spin off. Fungsi layanan dan nasabah sih sama. Sekarang aset kita Rp4,5 triliun ya.

8. Ada suntikan dana dari induk (Bank Sinarmas)?

Antara 49-51 persen porsinya, mayoritas tetap di induk, bank umum konvensional tetap di 51 persen, share holder lainnya sisa, yang masih induk dari Sinarmas Group. Partner strategic sementara ini belum. Pokoknya kita angan-angan di modal Rp 1,1 triliun. Baru kita spin off dengan sudah di Bank BUKU II. []

Editor: Denny Iswanto

Sumber:

berita terkait

Image

News

Usai Longsor di Bantul Kemungkinan Ada Relokasi

Image

Ekonomi

Indonesia Perlu Tiru Komisi Pergaraman Nasional India

Image

Ekonomi

Pengamat: Optimalkan Program Kartu Nelayan, Bukan Ciptakan Kartu Lainnya

Image

Ekonomi

Gandeng ASLI RI, Bank Sinarmas Bantu Fintech dalam Layanan e-KYC

Image

Ekonomi

Perluas Layanan, UUS Bank Sinarmas Hadir di Banda Aceh

Image

Ekonomi

Ekonomi Ala Jokowi Vs Prabowo

Jelang Debat, Pengelolaan Laut Berkelanjutan Bisa Jadi Solusi Masalah Pangan

Image

Ekonomi

Ekonomi Ala Jokowi Vs Prabowo

Isu Cantrang Hingga Ekspor Perikanan Perlu Disorot dalam Debat

Image

News

Gubernur Banten ke Pegawai: Kalau Ada yang Harus Bayar Rp40 Juta, Rp50 Juta, Rp100 Juta Lapor Saya!

Image

Ekonomi

Pengamat: Perbankan Perlu Terapkan Skema Lebih Manusiawi Bagi Nelayan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Pengusaha Usul Pemerintah Bentuk Badan Khusus Tangani Proyek KPBU Infrastruktur Transportasi

Pembentukan badan khusus tersebut bertujuan agar pemerintah bisa fokus menyiapkan pelaksanaan tender proyek-proyek KPBU.

Image
Ekonomi

4 Proyek Berpotensi Gunakan Skema KPBU

BPTJ Kementerian Perhubungan mengungkapkan ada empat proyek yang berpotensi menggunakan skema KPBU.

Image
Ekonomi

Perjuangan Indonesia Agar Minyak Sawit Setara dengan Minyak Nabati Lain di Eropa

Agar produk minyak sawit (CPO) Indonesia ditempatkan setara dengan minyak nabati lain di pasar Uni Eropa (UE).

Image
Ekonomi

Gelar Rakor Bahas Neraca Perdagangan, Menko Darmin: Kami Evaluasi Pelaksanaan B20

Pemerintah membahas serta mengevaluasi perkembangan yang sudah dilakukan guna Neraca Perdagangan RI.

Image
Ekonomi

Pemerintah Kembangkan Ilmu Pengetahuan Teknologi Dibidang Kelautan dan Perikanan

Perjanjian ini terkait dengan kerja sama dibidang Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan.

Image
Ekonomi

Indonesia Siap Balas Uni Eropa, Perang Dagang Baru Segera Pecah?

Pemerintah mempertimbangkan opsi pelarangan produk Uni Eropa masuk ke dalam negeri sebagai bentuk balasan.

Image
Ekonomi

BUMN Tawarkan Peluang Magang Bersertifikat Untuk 9.000 Mahasiswa

BUMN bersinergi membuka kesempatan bagi 9 ribu mahasiswa untuk mengikuti program magang bersertifikat guna menjajal dunia kerja profesional.

Image
Ekonomi

Ingin Terlibat Pembangunan Infrastruktur, Swasta: Pemerintah Jangan Kasih 'Tulangnya' Saja

Selama ini swasta sudah cukup banyak dilibatkan oleh pemerintah. Namun, sebagian besar hanya proyek-proyek berskala kecil.

Image
Ekonomi

Swasta Minta Dilibatkan Dalam Pembangunan LRT Hingga Bandara

Pengusaha yang tergabung dalam Kadin Indonesia menyatakan minatnya untuk bisa turut serta menggarap proyek-proyek di sektor perhubungan.

Image
Ekonomi

KLHK Lakukan Sejumlah Langkah Atasi Bencana Banjir di Sentani

Langkah strategis penanganan bencana banjir bandang Sentani disusun ke dalam dua skema yaitu jangka pendek dan jangka panjang.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Yuli yang Ditangkap Densus Meninggal di RS Polri, Suami Pilih Kuburkan di DKI Ketimbang Ditolak di Klaten

  2. Mulai Sekarang, Jauhi Minuman Manis Jika Tak Mau Mati Muda

  3. Alissa Wahid: Kalau Kelompok Ini Berkuasa, dengan Sistem Sentimen yang Dibangun akan Hilangkan Kesetaraan

  4. Duh, Selama Live Streaming Aksi Teror Selandia Baru Tak Ada yang Lapor

  5. Program OK OCE Dianggap seperti Konsep Khilafah hingga Azan Dikumandangkan di Ruang Publik Selandia Baru

  6. Rustam: Tampaknya Anies telah Jadi Follower Presiden Jokowi dalam Pembangunan Infrastruktur

  7. Terlalu Fokus Sama Karir, Kelima Zodiak Ini Kerap Lupa dengan Pasangan Cintanya

  8. 5 Fakta Penting Kiai Anwar yang Jasadnya Utuh meski Terkubur 31 Tahun

  9. Gunakan 5G, Tiongkok Sukses Lakukan Operasi Jarak Jauh Pertama di Dunia

  10. 5 Mobil Mewah Bintang Tottenham asal Korsel, Ferrari Mahalnya Tak Boleh Merah

Available

fokus

Kisah Juru Pijat Tunanetra
Teror Masjid Selandia Baru
Di Balik Pakaian Bekas Impor
Available

kolom

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Debat Cawapres: Perang Kartu Sakti

Image
Ujang Komarudin

Menanti Kejutan di Debat Ketiga

Image
Hendra Mujiraharja

Perez Memalingkan Muka dari Mourinho untuk Zidane

Image
Hervin Saputra

Seberapa Kuat "Tradisi Indonesia" di All England?

Available

Wawancara

Image
Iptek

Sepeda Listrik Jadi Polemik, Migo Beri Jawaban!

Image
Gaya Hidup

Chief Company Barbershop

Jatuh Bangun Chief Barbershop di Tangan Fatsi Anzani dan Oky Andries

Image
Hiburan

Dik Doang: Aku Sedang Berjalan di Kesunyian

Sosok

Image
News

Jadi Caleg DPR RI, Begini 10 Potret Sahrul Gunawan Blusukan sampai Diserbu Ibu-ibu

Image
News

7 Potret Seru Kahiyang Ayu Bercengkerama dengan Buah Hati

Image
News

8 Gaya Kampanye Bertrand Antolin, dari Sosialisasi Pemilu sampai Bancakan