image
Login / Sign Up
Image

Denny Iswanto

Jurnalis Ekonomi Akurat.co

Rupiah Siapa yang Lebih Kuat?

Denny Iswanto

Image

Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan PresidenRI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) | ISTIMEWA

AKURAT.CO Perekonomian Indonesia lagi-lagi diterjang badai dan menghadapi berbagai tekanan, khususnya yang tengah di hadapi oleh mata uang Rupiah. Sejak tahun 2017 Rupiah telah dihajar habis-habisan oleh Dolar AS sehingga membuat dirinya babak belur dan dan ambruk mendekati level Rp15.000 per USD.

Kondisi ini menyeruakkan kekhawatiran dari masyarakat akan kebutuhan yang makin mahal, akibat rontoknya mata uang Garuda. Belum lagi kewajiban pemerintah untuk membayar utang dengan nominasi Dolar AS akan membuat beban negara terasa makin berat.

Kondisi global yang masih bergejolak akibat pengaruh kebijakan Federal Reserve (The Fed), perang dagang, krisis ekonomi Negara-negara Emerging Market pun tak luput jadi faktor utama loyonya Rupiah. Tidak hanya itu, defisit transaksi berjalan juga menjadi salah satu penyebab utama di dalam perekonomian Indonesia yang melempar Rupiah hingga jatuh cukup dalam sampai saat ini.

baca juga:

Banyak sorotan dari berbagai kalangan mengenai hal ini, sebagian menuding bahwa pemerintahan saat ini (yang dipimpin oleh Joko Widodo) tidak becus dalam menjaga nilai tukar Rupiah agar tetap stabil, karena nilai anjloknya cukup dalam. Sebagian lagi menyanggah bahwa Rupiah tersungkur sudah dari waktu yang cukup lama, bahkan saat ini masih dalam kategori baik daripada anjloknya nilai Rupiah di masa pemerintahan lalu (saat dipimpin oleh Susilo Bambang Yudhoyono).

Apakah pelemahan Rupiah saat ini adalah yang terburuk? Lantas Pemerintahan Siapakah yang paling kuat menjaga Rupiah saat diterjang badai ekonomi, Joko Widodo atau Susilo Bambang Yudhoyono?

Seperti diketahui Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi Presiden RI selama dua periode sejak 2004-2014. Selama masa itu, Rupiah sebenarnya juga tak absen dari sisi pelemahan, meskipun pernah menunjukkan beberapa penguatan nilai beberapa kali.

Pada periode pertama SBY menjadi Presiden, yaitu di 20 Oktober 2004-19 Oktober 2009. Rupiah saat itu berada di posisi Rp 9.070 per USD dan melemah hingga ke level Rp 9.395 per USD. Kurs Rupiah ini mengalami depresiasi 3,58%.

Di periode tersebut, Rupiah terpapar krisis ekonomi AS pada tahun 2008 yang membuat mata uang negara-negara global melemah cukup dalam. Bahkan rupiah sempat berada di posisi terlemah sepanjang sejarah pada 1 desember 2008, yaitu di posisi Rp 12.150 per USD dan kembali terjadi penguatan saat perekonomian AS berangsur-angsur pulih kembali.

Pergerakan Rupiah masa Presiden SBY Periode I. Reuters

SBY kembali terpilih sebagai Presiden pada periode berikutnya yaitu 20 Oktober 2009-19 Oktober 2014. Saat menjabat kembali, posisi Rupiah berada di Rp 9.395 per USD dan berakhir di posisi Rp 12.105 per USD di akhir pemerintahannya.

Pada periode kedua SBY, nilai Rupiah seakan-akan terjun bebas, hingga mencapai pelemahan 28,85%. Depresiasi rupiah paling mencolok terlihat saat mau memasuki tahun 2014, dimana rupiah berada di atas di Rp 12.000 per USD atau melemah hampir 30%.

Bukan angin kencang dari perekonomian global yang mempengaruhi Rupiah kala ini, tapi justru gejolak dari dalam negeri yang menjadi penyakit utama. Defisit transaksi berjalan di tahun tersebut menyentuh angka 4,30% dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau tertinggi selama SBY memimpin yang menyebabkan investor muncul kekhawatiran yang cukup kuat terhadap masa depan perekonomian Indonesia.

Pergerakan Rupiah masa Presiden SBY Periode II. Reuters

Beralih ke Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi), saat dilantik tanggal 20 Oktober 2014, posisi Rupiah warisan dari SBY berada di Rp 12.030 per USD. Sementara hingga saat ini, rupiah berada di posisi Rp 14.610 per USD (data Agustus 2018) atau turun 21,45%.

Cobaan Rupiah justru datang dari kedua arah selama Jokowi menjabat selama 4 tahun ini. Dari global, arah kebijakan Federal Reserve (The Fed) yang mulai agresif menyebabkan mata uang global termasuk rupiah tertekan cukup dalam. Sejak 2015, terhitung The Fed telah menaikkan suku bunga acuan hingga 175 basis poin. Kenaikan tersebut berpotensi terus terjadi seiring sinyal kuat The Fed akan agresif hingga akhir tahun.

Belum lagi krisis ekonomi yang menimpa negara-negara emerging market seperti Turki, Argentina dan Venezuela yang menyebabkan investor menjadi agak sedikit ragu dengan perekonomian negara-negara berkembang. Perang dagang pun semakin meramaikan panasnya gejolak global yang berujung pada fluktuasi nilai mata uang global.

Sementara dari dalam negeri, cobaan rupiah juga datang dari perkembangan defisit transaksi berjalan. Penyakit itu sudah lama bersemayam di perekonomian Indonesia. Selama ini lebih pemerintah banyak mengeluarkan mata uang asing, khususnya dolar, ketimbang menyerap devisa ke dalam negeri tersebut membuat posisi Rupiah rentan jika digoyang. Apalagi angka defisit 2018 bisa mencapai USD 25 miliar.

Pergerakan Rupiah masa Presiden Jokowi. Reuters

Pemerintah terlihat ingin bergerak cepat mengantisipasi kejatuhan Rupiah lebih dalam. Defisit transaksi berjalan diatasi dengan mengerem impor. Proyek-proyek infrastruktur yang banyak menggunakan barang modal yang diimpor dari negara lain ditunda dan pajak penghasilan impor dikerek naik.

Ada pula pengurangan impor minyak dan gas dengan pemberlakuan kewajiban mencampur bahan bakar solar dengan 20 persen minyak sawit. Penerapan pemakaian 20 persen minyak nabati (biasa disebut B20) ini berlaku per 1 September 2018. Keluar pula ancaman dari pemerintah yang menyatakan bakal menindak aksi-aksi spekulasi yang memperburuk nilai tukar rupiah.

Kita memang tidak bisa memastikan langkah-langkah yang ditempuh pemerintah bakal efektif mengangkat kembali nilai tukar Rupiah atau tidak. Namun membuat kondisi lebih buruk dengan memacu kekhawatiran justru akan membuat Rupiah terperosok lebih dalam. Masyarakat Indonesia harus yakin bahwa badai yang menerjang Rupiah pasti akan berlalu. []

Editor: Denny Iswanto

Sumber:

berita terkait

Image

News

Debat Pilpres 2019

Humphrey Djemat Puji Sikap Prabowo Saat Debat Kedua

Image

News

Pujian Sandiaga Buat Prabowo

Image

News

Dituding Gunakan Alat Bantu Komunikasi, Jokowi: Itu Fitnah, Jangan Diteruskan

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

Pengamat: Revolusi Industri 4.0 Berpotensi Hadirkan Middleman yang Rugikan Petani

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

Greenpeace: Lahan Ratusan Ribu Hektare Milik Prabowo Cermin Ketimpangan

Image

News

Debat Pilpres 2019

Golkar Yakin Elektabilitas Jokowi Akan Naik

Image

News

Paranormal: Kalau Sudah Ada Pengacau seperti Tebar Teror, Itu Sejorok-joroknya Manusia

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

Dukungan Millenial Jadi Energi Jokowi Terus Kembangkan Infrastruktur Digital

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

Beginilah Asal Mula Istilah Unicorn, Pak Prabowo

komentar

Image

1 komentar

Image
cepunk y

badai pasti berlalu :)

terkini

Image
Ekonomi

Pengamat: Perlu Ada Regulasi Unicorn di Indonesia

Sistem aplikasi yang melekat kepada sejumlah unicorn saat ini tidak diawasi apalagi diaudit oleh lembaga yang berwenang.

Image
Ekonomi
Debat Pilpres 2019

Menkeu Dukung Peningkatan Kualitas SDM dan Palapa Ring untuk Penguatan Unicorn

Investasi SDM ini dapat dilakukan dengan memberikan dukungan untuk pembenahan pendidikan vokasi maupun kepada universitas.

Image
Ekonomi
Debat Pilpres 2019

Pengamat: Revolusi Industri 4.0 Berpotensi Hadirkan Middleman yang Rugikan Petani

Pemanfaatan revolusi industri 4.0 melalui "marketplace" untuk mengurangi rantai pasok pertanian justru berpotensi menghadirkan "middleman".

Image
Ekonomi
Debat Pilpres 2019

Greenpeace: Lahan Ratusan Ribu Hektare Milik Prabowo Cermin Ketimpangan

Prabowo Subianto mencerminkan ketimpangan penguasaan lahan di Indonesia.

Image
Ekonomi
Debat Pilpres 2019

Dukungan Millenial Jadi Energi Jokowi Terus Kembangkan Infrastruktur Digital

Menguatnya dukungan kaum muda, termasuk generasi milenial Indonesia, kepada Calon Presiden (Capres) Joko Widodo akan menjadi tambahan energi

Image
Ekonomi
Debat Pilpres 2019

Beginilah Asal Mula Istilah Unicorn, Pak Prabowo

Istilah unicorn seringkali didengar ketika membicarakan perusahaan rintisan (startup).

Image
Ekonomi

Jokowi Lepas Ekspor Kopi Produksi Indonesia ke Filipina

Presiden Joko Widodo melepas ekspor daridari onta kopi ke-250.000 dari pabrik kopi kemasan PT Mayora Indah Tbk. dari Tangerang ke Filipina.

Image
Ekonomi
Debat Pilpres 2019

TKN - BPN Saling Klaim Kemenangan Debat Kedua Capres

TKN dan BPN saling klaim memenangkan debat publik kedua calon presiden pada debat kemarin.

Image
Ekonomi
Debat Pilpres 2019

Media Asing Soroti Kedua Capres yang Tak Ragu Dorong Produksi Sawit

Media asing menyoroti debat calon presiden Indonesia kedua terutama pada bagian swasemdaya energi terbarukan dengan mengembangkan sawit.

Image
Ekonomi

Pengusaha Mesir Tertarik Investasi di Agrobisnis Indonesia

Pengusaha Mesir, Omar Tosson dan Ahmed Omar Tosson tertarik berinvestasi dalam usaha agrobisnis di Indonesia. 

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Duh, Tanda Awal Leukimia Sering Dikira DBD

  2. Mengintip Gaya Penampilan Angelina Jolie Ketika Berbelanja

  3. Jupiter Fortissimo Ditangkap, Tantenya Bilang Jangan Bergaul dengan Orang Baik

  4. Pelempar Petasan di Parkir Timur Senayan, Polisi: Seperti Orang Usil

  5. Jauh dari Gosip, 10 Potret Harmonis Keluarga Ririn Dwi Ariyanti

  6. Prabowo Disebut Terjebak Narasi Besar yang Disampaikannya Saat Debat

  7. Penonton Nobar Debat Capres di Solo Dapat Kiriman Makanan dari Ibunda Jokowi

  8. Prabowo Sebut Tanah Indonesia Dikuasai Segelintir Orang, Cak Lontong: Ternyata Itu Pamer

  9. Ribuan Anggota ISIS Bawa Kabur Uang Ratusan Juta Dollar

  10. 5 Potret Harmonis Keluarga Chairul Tanjung, Kompak Banget!

Available

fokus

Debat Pilpres 2019
Mengupas Visi Misi Ekonomi Paslon
Golden Globe 2019
Available

kolom

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Panggung Debat Kedua Milik Jokowi

Image
Achmad Fachrudin

Bola Panas Logistik Pemilu 2019

Image
Hervin Saputra

Bisakah Kebenaran Mengalahkan Budaya Curiga dalam Kasus Jokdri?

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Debat Putaran Kedua: Panggung Milik Siapa?

Available

Wawancara

Image
Iptek

Debat Pilpres 2019

Ahmad Agus Setiawan: ‘Milenial Lebih Cepat Beradaptasi pada Sisi-sisi Tertentu, Terutama Digital’

Image
Hiburan

Cerita Egy Fedly Saat Pandangan Pertama Menjemput Jodoh

Image
Olahraga

Susy Susanti

"Sekarang Saatnya Pemain Putri Mengubah Mindset"

Sosok

Image
News

10 Potret Hangat Tri Rismaharini saat Bersentuhan dengan Masyarakat

Image
News

8 Gaya Antijaim Khofifah Indar Parawansa saat Nikmati Kuliner Lokal

Image
News

5 Potret Harmonis Keluarga Chairul Tanjung, Kompak Banget!