image
Login / Sign Up

PDIP: Tidak Tepat Samakan Kondisi Kurs Rupiah Sekarang Dengan Tahun 1998

Siti Nurfaizah

Image

Karyawan berada di dekat tumpukan uang rupiah di Cash Center Bank Mandiri, Jakarta, Kamis (19/7). | ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww/18.

AKURAT.CO, Laju nilai tukar rupiah masih terus terjerembab ke zona merah dengan menyentuh level Rp14.400-an per USD.

Berdasarkan Bloomberg Dollar Index Jumat(20/7), Rupiah pada perdagangan spot exchange melemah 28 poin atau 0,19% ke level Rp14.442 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp13.126 per USD-Rp14.453 per USD.

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Adian Napitupulu menyatakan tidak tepat jika ada pihak-pihak yang menyamakan kondisi nilai tukar rupiah saat ini dengan kondisi perekonomian tahun 1998.

baca juga:

"Tidak tepat jika nilai tukar dolar AS hari ini yang berada di kisaran Rp14.400 disamakan dengan kegentingan ekonomi yang sama dengan tahun 1998," ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (20/7).

Adian menegaskan pihak yang menyamakan nilai tukar dolar AS hari ini sudah segenting 20 tahun lalu, hanya melihat angka dolar tanpa mengetahui angka-angka lain, misalnya angka upah minimum regional.

Menurut Adian, pihak tersebut mencoba mendramatisasi situasi seolah menakutkan dan berbahaya. "Opini ini bisa jadi didesain untuk tujuan politik," katanya.

Mantan aktivis 1998 itu menduga, opini bermotif politik itu digulirkan dengan harapan rakyat percaya bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar pada Pemerintahan Joko Widodo seolah dalam situasi yang persis sama dengan situasi 20 tahun lalu.

Ia lalu menjelaskan tentang perbandingan kondisi nilai tukar dolar saat ini dengan di akhir Agustus 1997 berada pada kisaran 1 dolar AS senilai Rp2.500, dengan UMR DKI ditetapkan Rp172.500 per bulan atau sekitar 69 dolar AS per bulan.

Dalam waktu tidak lebih dari 10 bulan dari menjelang akhir Agustus 1997 hingga rentang Januari-Juli 1998 nilai tukar dolar AS merayap naik lalu melonjak mendekati Rp16.800.

Pada saat dolar menyentuh Rp16.800 itu, kata Adian, UMR DKI ada di angka Rp192.000 per bulan atau setara dengan 11,4 dolar AS.

"Artinya dari 1997 ke 1998 kenaikan UMR hanya Rp20.000 atau sekitar 13 persen, sementara kenaikan nilai dolar AS mencapai 600 persen," lanjutnya.

Akibatnya, ujar Adian, penurunan daya beli masyarakat menjelang reformasi memang sangat tajam, dan membuat banyak perusahaan gulung tikar diikuti PHK massal.

Sementara kondisi saat ini, kata dia, pada saat Jokowi dilantik menjadi Presiden, Oktober 2014 nilai tukar dolar berada di kisaran Rp12.200 dimana pada saat yang sama UMR DKI berada di angka Rp2.441.000 per bulan. Artinya pada bulan Oktober 2014 UMR DKI setara dengan 200 dolar AS.

Kemudian Juli 2018 saat ini, nilai tukar dolar AS ada pada kisaran Rp14.400 dengan UMR DKI Rp3.648.000 per bulan atau setara dengan 253 dolar AS.

"Dari Oktober 2014 hingga Juli 2018 dolar AS merayap naik Rp2.200 atau sekitar 18 persen, sementara UMR DKI mengalami kenaikan dari Rp2.441.000 menjadi Rp3.648.000 atau jika dikonversi dengan dolar dari tahun 2014 hingga 2018 UMR naik 26 persen dari 200 dolar AS menjadi 253 dolar AS," katanya lagi.

Dia menekankan perbandingan kurs dolar dengan UMR saat ini menunjukkan bahwa kenaikan kurs dolar sebesar 18 persen tidak berdampak pada daya beli layaknya terjadi pada situasi Mei-Juli 1998.

Lebih jauh Adian juga membandingkan tingkat daya beli masyarakat tahun 1998 dengan saat ini.

Pada Juli 1998 besaran UMR Rp192.000 per bulan. Sedangkan harga beras medium saat itu Rp2.800 per kilogram. Artinya pada saat itu rakyat dengan UMR-nya hanya dapat membeli 69 kg beras per bulan.

Sedangkan dengan UMR saat ini Rp3.648.000 per bulan dan harga beras medium sesuai harga eceran tertinggi berada di kisaran Rp9.500 hingga Rp10.000 per kg, maka rakyat bisa membeli 364 kg beras hingga 384 kg beras per bulan.[] 

Editor: Denny Iswanto

Sumber:

berita terkait

Image

Ekonomi

Yuan Cina Merosot 73 Poin Terhadap Dolar AS

Image

News

Debat Pilpres 2019

Jawaban Prabowo Dinilai Kurang Tegas Terkait Caleg Gerindra Eks Koruptor

Image

Ekonomi

Bamsoet Minta Pemerintah Bantu Debitur Terdampak Bencana Tsunami

Image

News

Debat Pilpres 2019

Harapan Ketua DPR: Tetap Kompak dan Tidak Saling Melukai

Image

Ekonomi

Chatib Basri Sebut The Fed Biang Kerok Goyahnya Rupiah

Image

Ekonomi

Menteri Bambang Akui Jaga Penduduk Rentan Miskin Jadi Tantangan Berat

Image

News

FOTO Silahturahmi Pemuda Muhammadiyah dengan Ketua DPR RI

Image

Ekonomi

Jelang Pengumuman Hasil RDG, Pengamat : BI Perlu Pertahankan Suku Bunga Acuan

Image

Ekonomi

Kekhawatiran Ekonomi Zona Euro Beri Stimulus Untuk Dolar AS  

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Asosiasi: Komputasi Awan Jadi Tulang Punggung Implementasi Industri 4.0

Asosiasi Cloud Computing Indonesia (ACCI) menyatakan komputasi awan (cloud computing) akan menjadi tulang punggung implementasi industri 4.0

Image
Ekonomi

Inalum dan Universitas Cendrawasih Jalin Kerjasama Bangun Papua

Sumber daya alam di Papua sangat kaya, namun sumber daya manusianya terbatas.

Image
Ekonomi

Bursa Saham Cina Menguat

Bursa saham China pada Jumat (18/1) dibuka lebih meninggi.

Image
Ekonomi

Yuan Cina Merosot 73 Poin Terhadap Dolar AS

Kurs tengah nilai tukar yuan atau renminbi Cina merosot 73 poin menjadi 6,7665 melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat (18/1/2019).

Image
Ekonomi

Dolar AS Sedikit Perkasa Terbantu Data Ekonomi

Rata-rata pergerakan empat minggu lebih stabil sebesar 220.750.

Image
Ekonomi

Investor Cerna Data Ekonomi, Wall Street Menanjak

Bursa saham Wall Street pada Kamis malam waktu Amerika Serikat (AS) atau Jumat pagi WIB (18/1) bertumbuh.

Image
Ekonomi

Rupiah Tak Berkutik Lawan Dolar AS

Rupiah justru melemah 0,04 persen atau 5 poin ke level Rp14.185 per USD.

Image
Ekonomi

Sempat Energik, IHSG Langsung Menukik Tajam

Tercatat ada 198 saham menguat, 133 saham melemah.

Image
Ekonomi

Kementan Bakal Luncurkan Beras Basmati Layak Ekspor

Kementerian Pertanian direncanakan akan merilis varietas beras basmati asli Indonesia pada pertengahan Februari nanti.

Image
Ekonomi

Jenuh Beli, IHSG Rawan Terjun Bebas

Stochastic dan RSI sudah menunjukkan overbought atau jenuh beli.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Kesabaran Maxime Bouttier Nikahi Kekasih yang Hamil Bukan Anaknya

  2. Pengamat: Debat Pertama Diprediksi Akan Berat, Namun Jokowi Bisa Sukses

  3. Ahok: Buat Para Pembenciku, Aku Mau Mohon Maaf Atas Segala Tutur Kata, Sikap, Perbuatan yang Menyakiti

  4. Yunarto: Pasukan Gembel Warnet Mulai Dikerahkan Lagi, Ngata-ngatain Semua Lembaga Survei

  5. Harumkan Nama Indonesia, Astari Indah Vernideani Sabet Gelar Miss Tourism Internasional 2018

  6. Hasil Tes Urine Ivan Gunawan Positif Narkoba, Tapi...

  7. TNI AU akan Operasi Serigala di Papua Barat

  8. Nikita Mirzani Ogah Bawa Nama Dipo Latief untuk Calon Bayinya

  9. Dua Truk Dirusak Oknum PKL Tanah Abang, Kasatpol PP: Kita Akan Pidanakan Itu

  10. Ani Yudhoyono Ramaikan 10 Year Challenge, Warganet: Tetap Cantik, Berkharisma, dan Awet Muda

Available

fokus

Debat Pilpres 2019
Mengupas Visi Misi Ekonomi Paslon
Golden Globe 2019
Available

kolom

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Meneropong Debat Perdana Pilpres 2019

Image
Ujang Komarudin

Hantu Debat Perdana

Image
Ahada Ramadhana

Post-Truth, Peradaban Kita Hari Ini

Image
Achmad Fachrudin

Dramaturgi Debat Calon Presiden

Available

Wawancara

Image
Hiburan

Kekecewaan Egi Fedly Terkait Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak

Image
Hiburan

Ternyata Egi Fedly Inisiator Konser Musik Gratis untuk Umum di IKJ

Image
Hiburan

Sisi Lain di Balik Wajah Seram Egi Fedly

Sosok

Image
Hiburan

10 Fakta Ira Koesno, Moderator yang Curi Perhatian di Debat Capres

Image
Ekonomi

Ekonom Tony Prasetiantono Meninggal Dunia, Rizal Ramli dan Chatib Basri Kenang Masa Debat

Image
Ekonomi

Demam #10yearchallenge ala Sri Mulyani, Bedakan Sensasinya!