image
Login / Sign Up

Membedah Kisah Hidup Anak Petani yang Ingin Bangun Perekonomian Indonesia

Denny Iswanto

Image

Jenderal TNI (Purn.) Dr. Moeldoko, S.IP menghadiri pagelaran teater Langit 7 Bidadari di Teater Garuda, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Jumat (1/6). Dalam sambutannya, Moeldoko berpesan agar masyarakat mencintai budaya dan negara. Ia berharap agar jangan terjadi perpecahan di dalam sebuah bangsa. | Endra Prakoso

AKURAT.CO Jenderal TNI (Purn) Moeldoko menerbitkan sebuah buku berjudul "Panglima TANI Moeldoko: Anak Dusun Yang Jadi Negarawan" yang menceritakan bagaimana ia meniti karirnya hingga menjadi Panglima TNI hingga saat ini sangat fokus mengembangkan sektor pertanian di Indonesia.

Pria kelahiran Kediri, Jawa Timur, 8 Juli 1957 ini memang tidak asing lagi dengan dunia pertanian bukan. Ini dikarenakan, ia adalah salah satu anak seorang petani. Anak dusun yang menjadi negarawan, mungkin kata-kata ini yang pantas diterima dirinya.

baca juga:

Dalam buku, diceritakan bahwa kesuksesan Moeldoko dikarirnya saat ini, tidak instan begitu saja didapatnya. Pasalnya ia lahir dari keluarga miskin sehingga sejak kecil terbiasa kerja keras dan berjuang.

Dulu, orang tuanya serba kekurangan untuk membiayai anak-anaknya yang cukup banyak. Pendapatan orang tuanya pun tak menentu hingga membuat hidup keluarga ini seperti terjebak dalam rimba kemiskinan. Dirinya kerap kesulitan jika ingin memakan nasi beserta lauk pauk yang cukup kala masih kecil. "Sering saya ambil ubi dari kebon sebelah (rumah) dulu," cerita dia dalam buku tersebut.

Sebagai anak langgar, dalam hidup yang serba prihatin, Moeldoko menghadapinya dengan lebih banyak mendekatkan diri kepada yang maha kuasa. Ia sering bertirakat dengan melaksanakan puasa sunah setiap Senin dan Kamis. Meski serba kekurangan, orang tuanya berharap anak-anaknya jadi orang berguna.

Moeldoko menceritakan bahwa dirinya tak pernah berhenti belajar. Selain sering mengikuti pendidikan kemiliteran di lingkungan TNI termasuk Lemhannas, Moeldoko juga terus menimba ilmu di dunia pendidikan umum. Itulah yang mengantarnya meraih gelar doktor ilmu administrasi pemerintahan dari Universitas Indonesia.

Ayahnya mendidik Moeldoko dengan keras. Sementara ibunya membimbingnya dengan penuh kasih sayang dan kelembutan. Kontradiksi tersebut pada akhirnya menjadi sebuah paradok dalam dirinya. Ia bisa tegas namun juga dapat memiliki empati pada lingkungannya.

Sejak kecil dirinya sudah bercita-cita menjadi tentara. Maka ketika lulus SMA ia pun kemudian masuk Akabri. Setelah lulus kariernya melejit sejak menjabat Kasdam Jaya (2008). Bahkan pada 2010, dia mengalami tiga kali rotasi jabatan dan kenaikan pangkat mulai dari Pangdiv 1/Kostrad (Juni-Juli 2010), menjadi Pangdam XII/Tanjungpura (Juli-Oktober 2010) dan Pangdam III/Siliwangi (Oktober 2010-Agustus 2011).

Tak sampai dua bulan berikutnya, Moeldoko naik pangkat menjadi Letnan Jenderal dengan jabatan Wakil Gubernur Lemhannas. Kemudian pada Februari 2013 Moeldoko menjadi Wakasad dan naik lagi jadi Kasad pada 22 Mei 2013 dengan pangkat bintang empat (jenderal). Lalu, hanya tiga bulan berikutnya setelah menjabat Kasad, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkannya sebagai calon tunggal Panglima TNI.

Saat pensiun dari TNI, Moeldoko ditunjuk untuk menjabat sebagai ketua umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) periode 2017 hingga 2020. Dunia pertanian memang bukan hal asing baginya, karena Ia adalah anak seorang petani. Maka seusai meninggalkan dinas keprajuritannya ia pun memilih menjadi petani. Pengalaman itulah yang ia jadikan sebagai modal dalam memimpin HKTI.

Selama menjabat sebagai ketua HKTI, Moeldoko berharap bahwa HKTI bisa menjadi mitra strategis dan positif pemerintah dalam hal ketahanan pangan bagi rakyat dan pemerintah Indonesia.

Karena dinilai kredibel dan berpengalaman, setelah sekitar tiga tahun pensiun dari TNI, Moeldoko dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Kepala Staf Presiden (KSP) menggantikan Teten Masduki pada 17 Januari 2018 lalu. Moeldoko menegaskan bahwa ia siap melaksanakan tugasnya sebagai KSP secara profesional. Menurutnya, salah satu tugas KSP adalah menyelesaikan masalah yang terjadi dalam pelaksanaan program-program prioritas nasional, termasuk juga percepatan untuk pelaksanaannya.

Selain bertani, Moeldoko juga banyak melakukan aktivitas bisnis. Salah satu bisnisnya adalah mendirikan pabrik bus bertenaga listrik. Bus buatan dalam negeri ini diberi MAB (Mobil Anak Bangsa). Sebagai pemiliknya, ia berencana memberikan 5 lerss. saham PT Mobil Anak Bangsa (PT. MAB) untuk anak Indonesia yang siap berkontribusi dalam mengembangkan teknologi di era modern saat ini.

Moeldoko juga aktif di ranah ekonomi syariah. Bersama putranya ia mendirikan fintech syariah yang berorientasi membantu pelaku bisnis UMKM. Dan ia juga merupakan wakil ketua dewan pembina Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).

Salah satu filosofi hidupnya yang ia pegang teguh dalam bukunya adalah “Urip iku urup”.  Hidup itu harus menghidupi. Intinya, hidup harus memberikan manfaat bagi orang lain, baik itu berupa hal-hal kecil maupun hal besar. Filosofi Jawa tersebut menjadi pegangan hidup Moeldoko. Jenderal bintang empat ini beprinsip, hidup harus bermanfaat bagi orang lain. “Setiap hari harus memberikan manfaat,” ucapnya. []

Editor: Sunardi Panjaitan

berita terkait

Image

Ekonomi

Afghanistan Tanam Rempah Saffron Agar Terbebas dari Jeratan Perdagangan Opium

Image

Ekonomi

Myanmar Apresiasi Pelatihan Pertanian dari Tenaga Ahli Indonesia

Image

Ekonomi

Kementan Perketat Pengawasan Jajarannya Lewat Sistem Berbasis Online

Image

Ekonomi

Tahun 2018 Nilai Ekspor Hasil Kebun Meningkat, Capai Rp432 Triliun

Image

News

Menuju Pilpres 2019

Hadiri Diskusi di IPB, Sandi Minta Pemerintah untuk Benahi Data Pertanian

Image

Ekonomi

Uni Eropa Akan Terapkan Tarif Impor Baru untuk Anggota WTO

Image

Ekonomi

Kementan Gandeng PIS Agro Tingkatkan Kompetensi SDM Kopi Dan Kakao

Image

Ekonomi

Demi Produktivitas Pertanian, Pemerintah Diminta Ambil Alih Fungsi Lahan

Image

Ekonomi

Indonesia-Taiwan Kerja Sama Tingkatkan Taraf Hidup Petani

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

IHSG Betah Menghijau Hingga Siang

Indeks LQ45 naik 10,68 poin atau 1,1% menjadi 985,94.

Image
Ekonomi

Wow! Pecahkan Rekor, Kekayaan 50 Crazy Rich RI Capai Rp1.870 Triliun

Majalah Forbes merilis daftar 50 orang terkaya di Indonesia yang mencatatkan nilai aset bersih dengan total nilai USD129 miliar.

Image
Ekonomi

Menko Luhut Klaim AM IMF-WBG 2018 Ajang Promosi Lingkungan Hidup

Pihaknya membangun beberapa sektor, tapi juga tidak melupakan perbaikan sisi pendukung dalam pembangun dari sektor itu.

Image
Ekonomi

OPEC Proyeksikan Permintaan 2019 Anjlok, Harga Minyak Langsung Melorot

Karena pertumbuhan permintaan minyak global diperkirakan akan melambat tahun depan.

Image
Ekonomi

Rupiah Kian Bertenaga Jelang Siang

Berkurangnya kekhawatiran akan potensi perang dagang membuat laju USD bergerak turun.

Image
Ekonomi

Afghanistan Tanam Rempah Saffron Agar Terbebas dari Jeratan Perdagangan Opium

Otoritas Afghanistan ingin memberi para petani cara alternatif penghasilan, selain menanam opium, dengan beralih ke jenis rempah-rempah mah

Image
Ekonomi

Pertama di Indonesia, Industri Minuman Ringan Terapkan Teknologi HPP

Industri mamin Indonesia semakin siap menerapkan revolusi industri 4.0 dengan pemanfaatan teknologi terkini.

Image
Ekonomi

IHSG Makin Melaju Gesit

Indeks LQ45 naik 5,81 poin atau 0,6% menjadi 981,07.

Image
Ekonomi

Kementerian PUPR Bangun Jembatan Sementara Pulihkan Lalu Lintas Padang-Bukittinggi

Biaya pembangunan jembatan permanen diperkirakan sekitar Rp10 miliar.

Image
Ekonomi

Kemenkumham Berdayakan Warga Binaan Produksi Mebel

Selama menjalani hukuman narapidana mendapat keterampilan, dapat berkereasi, serta membuka cakrawala berfikir dan berkarya

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Begini Sikap TNI AL Soal Pembakaran Polsek Ciracas

  2. Peramal Buta Bulgaria Beberkan Prediksi Untuk Tahun 2019, Indonesia Disebut

  3. Intip 5 Kemewahan Jet Pribadi Lionel Messi, Tangganya Saja Didesain Khusus

  4. 10 Foto Transformasi Widyawati yang Awet Muda di Usia 68 Tahun

  5. Kericuhan di Polsek Ciracas, Saksi Mata: Mirip Perang, Terdengar Suara Letusan

  6. Kena Bogem Mentah, Kapolsek Ciracas Dirawat di RS Polri Kramatjati

  7. Ironi, Sandi Janji Bangun Infrastruktur Tanpa Utang tapi Utangnya Sendiri Melimpah

  8. Faizal Assegaf: Jokowi Sibuk Cerdaskan Rakyat, Lupa Perbanyak Rumah Sakit Jiwa untuk Politisi 'Gila'

  9. Videokan Aksi Bakar Polsek Ciracas, Handphone Warga Diambil dan Diberi 'Bogem'

  10. Pengeroyok Kapten Komarudin Diringkus Saat Tidur

Available

fokus

Semangat Pahlawan di Dadaku
Info MPR RI
Tragedi Lion Air
Available

kolom

Image
Ujang Komarudin

Isu PKI Serang Jokowi

Image
Achmad Fachrudin

Problematik Pemilih Perumahan Mewah

Image
Awalil Rizky

Mencermati Penerimaan Negara yang Melampaui Target APBN

Image
Hendra Mujiraharja

Pantaskah Persija Ungguli PSM?

Available

Wawancara

Image
Hiburan

Ketinggian Falsafah Sastra Melayu Tidak Tertandingi oleh Sastra Moderen

Image
Olahraga

Eko Yuli Irawan (3)

"Saya Masih Memikirkan Siapa yang Bakal Gantikan Saya"

Image
Olahraga

Eko Yuli Irawan (2)

"Atlet Junior Harus Bisa Mengalahkan Senior"

Sosok

Image
Ekonomi

Wow! Pecahkan Rekor, Kekayaan 50 Crazy Rich RI Capai Rp1.870 Triliun

Image
Iptek

Evelyn Berezin, Pionir Pencipta Prosesor Kata Tutup Usia

Image
Iptek

Hebat! Pendiri GoJek Masuk Daftar 'Bloomberg 50'