image angkutan jadul
Login / Sign Up
Image

Denny Iswanto

Jurnalis Akurat.co

'Superioritas' Asia di Perhelatan Piala Dunia

Denny Iswanto

Piala Dunia Rusia 2018

Image

Korea Selatan menjadi wakil Asia pertama yang mampu mengalahkan Jerman di ajang Piala Dunia. | REUTERS/Pilar Olivares

AKURAT.CO Kekuatan Asia di perhelatan Piala Dunia FIFA 2018 memang tidak bisa dianggap remeh. Lihat saja pertandingan grup F di babak kualifikasi, secara mengejutkan Korea Selatan mampu menumbangkan juara bertahan Jerman dengan skor 2-0. Kemenangan tersebut sekaligus mengirim tim Panser untuk angkat koper lebih cepat karena mereka hanya mampu bertengger di peringkat empat klasemen grup alias tidak lolos.

Bukan hanya Korea Selatan yang mampu unjuk gigi mengalahkan juara bertahan, lihat saja Jepang yang menduduki peringkat satu klasemen sementara grup H. Permainan apik Jepang mampu menumbangkan Kolombia, tim asal Amerika Latin, dan menahan imbang Senegal asal Afrika yang mempunyai sejarah Sepak Bola lebih kaya daripada negeri sakura ini.

baca juga:

Ditambah lagi Iran yang mampu menahan imbang Portugal, sang Juara dari Benua Eropa, dengan gaya permainan kolektif yang terorganisir, bahkan hampir memenangkan pertandingan. Lambat laun memang Asia telah menunjukkan taringnya sebagai kekuatan yang tidak bisa dipandang sebelah mata di ajang Piala Dunia FIFA ini.

Tidak hanya di dalam lapangan hijau, Negara-negara Asia saat ini juga sudah menjadi kekuatan baru dalam ajang tertinggi olahraga yang paling diminati masyarakat di seluruh dunia ini. Negara-negara Asia semakin menunjukkan kekuatan di luar sepak bola, yakni kekuatan ekonomi kepada seluruh dunia di ajang empat tahunan ini. Kawasan Asia menonjolkan kekuatan ekonominya dengan cara menjadi sponsor utama dalam Piala Dunia 2018.

Daya tarik Piala Dunia FIFA yang disaksikan oleh sekitar 3,2 miliar orang di seluruh dunia memang membuat banyak negara terutama perusahaan di dunia kepincut untuk berlomba-lomba menjadi sponsor utama. Selain bisa menjadi pasar promosi yang sangat besar bagi perusahaan, dengan menjadi pendukung utama acara Piala Dunia, Perusahaan bisa meraup untung yang sangat banyak dari sisi keuangan.

Seiring dengan kemajuan perekonomian di Asia, perusahaan-perusahaan yang berasal dari Benua Kuning pun mulai menggeser dominasi perusahaan Eropa dan Amerika Utara sebagai sponsor utama Piala Dunia 2018.

Menilik di tiga gelaran Piala Dunia terakhir yang dimenangkan oleh Negara-negara Eropa seperti Italia (2006), Spanyol (2010), dan Jerman (2014) kekuatan ekonomi mereka malah tidak muncul ke permukaan. Krisis ekonomi yang melanda Eropa menjadi penyebab utama mundurnya perusahaan-perusahaan mereka yang mundur menjadi sponsor utama.

Posisi mereka digeser oleh perusahaan-perusahaan asal Asia khususnya oleh perusahaan asal China. Tengok saja di Piala Dunia 2018 Rusia, tujuh dari 12 sponsor utama berasal dari China, atau hampir 60 persen. Tujuh perusahaan China tersebut adalah, Dalian Wanda Group, Hisense Electronics Co, China Mengniu Dairy Co, Yadea Technology Group Co Ltd, Vivo Mobile Communication Technology, Zhidian Yijing Virtual Reality Technology, dan Immerex.

Perusahaan-perusahaan asal China yang menjadi pendukung utama pada Piala Dunia tahun ini pun telah membelanjakan dana USD835 juta atau setara Rp11,90 triliun (kurs Rp14.258 per USD). Dana ini dua kali lipat dibandingkan Amerika Serikat yang hanya mengeluarkan USD400 juta. Apalagi jika dibandingkan dengan Rusia sebagai tuan rumah yang hanya membelanjakan USD64 juta sebagaimana statistik grup media Zenith yang diposting dalam aplikasi Yicai.com. Padahal sebelum 2014, tidak ada satu pun perusahaan China yang menjadi sponsor.

Dominasi perusahaan-perusahaan China yang sangat royal membelanjakan dananya dalam gelaran Piala Dunia 2018 dinilai sebagai pergeseran ekonomi global di masa depan. CNBC memprediksi kekuatan ekonomi Asia terutama China bakal melampaui Eropa dan Amerika Utara dalam beberapa dekade mendatang. Dan dengan menjadi sponsor utama Piala Dunia yang sangay bergengsi ini juga menjadi tanda meningkatnya kekuatan ekonomi Asia. Karena perusahaan-perusahaan tersebut harus saling bersaing dengan beberapa raksasa industri besar lainnya untuk memenangkan kontrak.

Prediksi Asia terutama China sebagai kekuatan baru ekonomi di dunia juga bukanlah isapan jempol semata. Lihat saja para suporter asal negeri tirai bambu ini, telah membelanjakan uang hingga 3 miliar dolar RMB (Rp6,45 triliun) demi menonton dan membeli tiket pertandingan Piala Dunia di Rusia seperti data dari Ctrip, agen perjalanan wisata berbasis daring terbesar di China. Penggemar dari China ini berjumlah 100 ribu orang dan menjadi pengunjung dengan jumlah terbanyak ketiga yang berangkat ke Rusia daripada negara-negara yang lain. Penggemar sepak bola dan wisatawan dari China pun diklaim sebagai bagian terbesar dalam wisata Piala Dunia.

Selain itu orang kaya di negara-negara Asia dinilai, lebih cepat menaikan aset kekayaanya dibandingkan orang-orang di negara lain. Hal ini dibuktikan dari laporan Capgemini’s world wealth 2018, yang membandingkan kekayaan orang-orang kaya di kawasan Amerika Utara, Eropa, Amerika Latin dan Afrika dari tahun 2016, dengan tahun 2017. Dari laporan tersebut, menunjukkan bahwa kekayaan orang-orang kaya di kawasan Asia Pasifik menduduki posisi teratas, yaitu mencapai USD21,6 triliun, atau naik 15 persen di tahun 2017. Sedangkan orang kaya di Amerika Utara hanya menyumbang USD 19,8 triliun, naik 10 persen secara year on year (yoy). Adapun di posisi buncit, yaitu orang kaya di Afrika menyumbang USD 1,7 triliun, atau naik 13,3 persen secara tahunan.

Memanasnya Geopolitik Global

Asian Development Bank (ADB) memprediksi perekonomian kawasan Asia dan Pasifik bakal mengalami penurunan kecil pada 2018 dan 2019 mendatang. Kendati demikian, kondisi perekonomian Asia secara keseluruhan masih baik. Perekonomian sejumlah negara yang berada di dalam kawasan, termasuk Indonesia, juga disebut bakal mengalami pertumbuhan meski tidak terlalu tinggi pada tahun tersebut. Adapun penurunan tersebut hanya 0,1 persen, yakni dari 6,1 persen pada 2017 kemudian menjadi 6,0 persen pada 2018. Penurunan tersebut kemungkinan masih akan berlanjut pada 2019, yakni menjadi 5,9 persen.

Berbagai kawasan di Asia yang sedang berkembang perekonomiannya dan mempertahankan momentum pertumbuhan. Perkembangan itu didorong oleh kebijakan yang baik (good governance), kuatnya ekspor, serta tingginya konsumsi domestik. Di kawasan Asia Tenggara misalnya, akan mendapatkan manfaat dari membaiknya harga komoditas, seperti batubara serta minyak kelapa sawit, dan meningkatnya perdagangan dunia.

Di Asia Selatan, pertumbuhan ekonomi akan ditopang oleh pulihnya perekonomian India. ADB memprediksi perekonomian India di 2018 akan naik ke 7,3 persen dan pada 2019 naik ke 7,6 persen. Adapun sebelumnya, pada 2017 perekonomian India berada di 6,6 persen. Kenaikan harga komoditas juga berpengaruh mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi Asia Tengah, yang diproyeksikan mencapai 4 persen pada 2018 dan 4,2 persen pada 2019. Kemudian negara-negara di Pasifik diperkirakan mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 2,2 persen dan 3 persen dalam kurun waktu 2018 hingga 2019.

Namun ada juga risiko penurunan, mengingat adanya kekhawatiran terhadap memburuknya ketegangan dalam hubungan dagang Amerika Serikat dengan China. Kekhawatiran meningkatnya perang dagang AS-China karena Departemen Keuangan AS sedang menyusun pembatasan yang akan memblokir setidaknya 25 persen saham kepemilikan China di perusahaan AS. Ini juga sebagai pengontrol agar teknologi AS tidak bisa diekspor ke China. Belum lagi pemberlakuan tarif impor yang semakin agresif dari kedua negara menyebabkan distorsi dalam perekonomian Asia.

Kembali ke Piala Dunia FIFA 2018, bahwa saat ini sepakbola bukanlah sebagai olahraga yang terpisah dari sendi kehidupan sosial dan semakin melebur dengan semua refleksi nilai-nilai di masyarakat. Piala Dunia bukan hanya sebagai tontonan para penggemar bola pada tim kesayangannya namun sudah masuk ke ranah bisnis dan sebagai tempat untuk mempromosikan kekuatan ekonomi.

Maka kita nikmati gelaran Piala Dunia 2018 ini sebagai acara yang multidimensi. Yang akan membawa masyarakat dunia menuju pada kemajuan untuk saling berkompetisi lebih baik lagi dari segala lini. Kita nantikan sepak terjang tim Asia yang masih mempunyai asa untuk terus melaju kencang di perhelatan akbar ini. []

Editor: Denny Iswanto

Sumber:

berita terkait

Image

Ekonomi

Sesmenkop: Hadirnya KUR Dapat Memaksimalkan Sektor Perikanan Rakyat

Image

Ekonomi

Pemerintah Kembali Salurkan KUR Perikanan di Demak

Image

Ekonomi

Bencana dan Berkah Perang Dagang Bagi Indonesia

Image

Ekonomi

Di Balik Kesuksesan, Berikut 5 Fakta Kelam Walt Disney

Image

Ekonomi

Berita Populer Hal Lain Melapor SPT hingga Perang Tarif Dagang Rugikan AS USD1 Triliun

Image

Ekonomi

Banyak Perusahaan Mulai Timbun Tisu Toilet Karena Brexit

Image

Ekonomi

The Fed Prediksikan Ekonomi AS Akan Kehilangan Momentum Tahun Ini

Image

Olahraga

Luka Modric

Kalahkan Federer, Modric Raih Penghargaan Atlet Pria Terbaik 2018

Image

Ekonomi

Berita Populer Perang Dagang Indonesia dengan Uni Eropa Bakal Pecah hingga Rupiah Makin Gesit Seiring Keputusan The Fed

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Saham Wall Street Bervariasi Berkat Berlanjutnya Kekhawatiran Resesi

Hasil ini di tengah berlanjutnya kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

Image
Ekonomi

Lepas dari Kekhawatiran Resesi, Euro Bangkit Gasak Dolar AS

Karena survei kepercayaan bisnis Jerman yang lebih kuat dari perkiraan mengurangi kekhawatiran tentang resesi.

Image
Ekonomi

Menteri Rini Sosialisasikan LinkAja Ke Masyarakat Tebing Tinggi

Menteri BUMN sosialisasikan aplikasi LinkAja kepada masyarakat Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara.

Image
Ekonomi

KLHK Giatkan Penyelamatan Danau Prioritas Nasional

Indonesia memiliki lebih dari 840 danau besar dan 735 danau kecil.

Image
Ekonomi

Pengusaha Sawit Minta Pemerintah Stabilkan Kembali Harga TBS

Apkasindo meminta pemerintah membenahi harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit agar bisa naik di tingkat petani.

Image
Ekonomi

Ada Kawasan Industri Holtikultura, Menperin: Pacu Daya Saing Global Mamin

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyaksikan peluncuran Kawasan Industri Hortikultura yang didukung aplikasi industri 4.0.

Image
Ekonomi

Kementerian PUPR Bangun Rusun Khusus Peneliti LIPI

Kementerian PUPR terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang penelitian.

Image
Ekonomi

China Tak Ada Niatan Laksanakan Tuntutan Teknologi AS, Lalu Nasib Negosiasi Dagang?

China justru tidak ada niatan untuk melaksanakan tuntutan AS, terkait mengurangi pembatasan teknologi.

Image
Ekonomi

Jerman Akan Suntik USD57 Miliar untuk Perusahaan Kereta Apinya

Pemerintah Jerman akan menyuntikkan dana sekitar EUR50 miliar (USD57 miliar) untuk kereta api milik negara, Deutsche Bahn.

Image
Ekonomi

Indonesia-Papua Nugini-Fiji Tandatangani Pembahasan Dagang Istimewa

Indonesia dengan Papua Nugini dan Fiji, pada Kamis (21/3/2019), menandatangani pernyataan bersama peluncuran negosiasi PTA.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. 7 Foto Editan Kocak saat Idola Sepakbola Dunia Tinggal di Indonesia, Ronaldo Ditilang!

  2. Ayo Daftar, Front Pembela Rakyat Mencari Jutaan Relawan!

  3. Eks GRPG: Saya Mohon Maaf ke Tim Prabowo, Kita Resmi Mendukung Jokowi

  4. Prabowo: Hallo Pers, Hallo Media, How Are You Today, Kira-kira kita Diliput Nggak Ya?

  5. Xavi: Saya Minta Maaf Tak Bisa Membela Katalunya

  6. Bagaimana Cara Ruth Permatasari Menjalani Pola Hidup Sehat?

  7. Indra Sjafri Tak Terima Marinus Dikartu Merah Setelah Laga Usai

  8. Tya Ariestya Bakal Jaga Ketat Asupan Makan Pasca Melahirkan

  9. Fakta-fakta Pembunuhan Perempuan Berjilbab dalam Mobil Hingga Jokowi Tumbang di Polling Denny Siregar

  10. Harapan Ahok Usai MRT Diresmikan Presiden Jokowi

Available

fokus

Angkutan Tempoe Doeloe
Kisah Juru Pijat Tunanetra
Teror Masjid Selandia Baru
Available

kolom

Image
Muh Tunjung Nugroho

Basis Pajak dan Penurunan Tarif PPh

Image
Ujang Komarudin

Ribut-Ribut Survey Litbang Kompas

Image
Achmad Fachrudin

Dilema KPU Mengatasi Problem DPT

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Debat Cawapres: Perang Kartu Sakti

Available

Wawancara

Image
Hiburan

Jais Darga: Pelukis Indonesia Harus Lebih Agresif

Image
Gaya Hidup

Kampung Investasi Hati dan Cerita dari Tabanan

Image
Video

VIDEO Kampung Investasi Hati dan Cerita dari Tabanan

Sosok

Image
News

Dari Lari hingga Senam, 10 Potret Bima Arya Sugiarto Saat Berolahraga

Image
Hiburan

Cara Pedagang Makanan Keliling Tarik Perhatian Pembeli Ini Bikin Ngakak

Image
News

7 Potret Kedekatan Bambang Soesatyo dengan Cucu, Hangat Banget!