image
Login / Sign Up

Uni Eropa: Perdagangan Dunia Kacau Balau Gara-gara Trump

Wayan Adhi Mahardika

Image

Presiden AS Donald Trump menampilkan dokumen perintah eksekutif tentang kebijakan imigrasi setelah menandatanganinya di Oval Office di Gedung Putih di Washington, AS, 20 Juni 2018. Trump mengubah kebijakannya sendiri menyusul maraknya kemarahan internasional atas kebijakannya yang memisahkan orang tua dan anak-anak yang tidak memiliki dokumen kependudukan. | REUTERS/Leah Millis

AKURAT.CO, Keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang memberlakukan tarif impor ke sejumlah negara membuat tensi perdagangan dunia semakin tinggi.

Bahkan Uni Eropa, yang terkena tarif impor baja dan alumunium bersama dengan Kanada dan Meksiko menyebut perdagangan dunia semakin tidak bersahabat dibawah kepemimpinan Trump.

Dilansir dari Bloomberg, Kamis (21/6) selain tarif baja, sikap kebijakan luar negeri agresif Trump, yang meliputi meninggalkan Kemitraan Trans-Pasifik dan kesepakatan nuklir Iran, telah menyinggung beberapa mitra terdekat AS. Dengan agresivita AS ini maka ada potensi terjadi perpindahan aliansi beberapa blok-blok ekonomi besar untunk menyeimbangkan perdagangan masing-masing.

baca juga:

Untuk melawan proteksionisme AS, Uni Eropa kini berupaya membangun aliansi bawa dengan sejumlah negara. Salah satunya Australia.

Uni Eropa membuka negosiasi perdagangan bebas dengan Australia pekan ini, yang merupakan salah  satu dari usaha kerjasama  yang saat ini sedang dilakukan oleh blok eropa tersebut.

Komisioner Perdagangan Eropa Cecilia Malmstrom dalam pidatonya di Canberra, mengatakan bahwa “mereka akan tetap mempertegas globalisasi dan terus mendukung  perdagangan terbuka. Kami membutuhkan banyak sekutu untuk membantu kami dalam mencapai tujuan ini.”

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas menyebut, "Atlantik  menjadi tidak bersahabat di bawaha kepemiminan Presiden Trump,"

“Kebijakan isolasionis Trump telah membuka kekosongan besar di seluruh dunia. Oleh karena itu, tanggapan kita hari ini untuk jargon ‘America First’ harus di lawan ‘Europe United’,” tambahnya.

Uni Eropa sudah menjadi mitra dagang terbesar kedua Australia setelah China, dan termasuk Selandia Baru dapat meningkatkan produk domestik bruto UE sebesar EUR4,9 miliar (USD5,7 miliar) pada 2030, menurut perkiraan Komisi Eropa. Sektor baru yang mungkin dibahas adalah mesin, mobil, peralatan elektronik, bahan kimia dan logam.

Pembicaraan dengan Australia dilakukan setahun setelah Uni Eropa menandatangani perjanjian dengan Meksiko dan Jepang dan perjanjian perdagangan berjangka  dengan Kanada, yang memakan waktu tujuh tahun untuk menyelesaikannya.

"Saya berharap dapat menambahkan Australia ke lingkaran mitra dagang yang signifikan," kata Malmstrom. “Di masa yang penuh tantangan, sungguh menggembirakan melihat bahwa Australia berbagi komitmen kami dengan agenda perdagangan yang positif, dan gagasan bahwa perjanjian perdagangan yang baik adalah kemenangan bagi kedua belah pihak.”

Terlepas dari hubungan historis AS dengan Eropa, dan peran Amerika dalam mengembangkan kemitraan trans-Atlantik, para pemimpin Uni Eropa khawatir tindakan Trump dapat merusak sistem global.

"Apa yang paling mengkhawatirkan saya, adalah kenyataan bahwa tatanan internasional sedang ditantang," kata Donald Tusk, Presiden dewan Eropa, selama KTT G-7 di Charlevoix, Kanada. "Cukup mengejutkan, yang mengkacukan adalah pembuat tatanan itu sendiri, yaitu AS," tambahnya.[]

Editor: Sunardi Panjaitan

Sumber:

berita terkait

Image

Ekonomi

Besok, Uni Eropa Berlakukan Sanksi Balasan untuk AS

Image

Ekonomi

Efek Perang Dagang, Cina Diprediksi akan Batasi Minyak Asal AS

Image

Ekonomi

Mengejutkan! Trump Kembali Berlakukan Tarif Impor Baru untuk Cina

Image

Ekonomi

Cina Kenakan Pajak 25 Persen pada 659 Produk AS

Image

Ekonomi

Balas Proteksionisme AS, India Tambah Pajak Impor hingga 50 Persen

Image

Ekonomi

Parlemen AS Protes Kebijakan India Kenakan Tarif Impor Apel hingga 80 Persen

Image

Ekonomi

India dan AS Gelar Pertemuan Instensif Redakan Perang Dagang

Image

Ekonomi

Setelah KTT G7, Jerman Ogah Nego Tarif Dagang dengan AS

Image

Ekonomi

Cina Dorong Kerjasama Lebih Banyak dengan Uni Eropa

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Sambut Investasi Cina, Pemerintah Diminta Tidak Mencla-Mencle

Saat ini Cina tengah mendominasi investasi di berbagai negara khususnya negara berkembang.

Image
Ekonomi

Pelindo III Klaim Layanan Digital di Tanjung Perak Mampu Persingkat Waktu

Penerapan layanan digital di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya mampu mempersingkat waktu layanan rata-rata hingga 15 persen.

Image
Ekonomi

Sudirman Said Diramal Bakal Berakhir Seperti Ratna Sarumpaet

Skenario kebohongan yang terucap oleh Sudirman Said bakal berakhir seperti Ratna Sarumpaet.

Image
Ekonomi

Tudingan Sudirman Said ke Jokowi Bukti Dirinya Sakit Hati?

Rustam Ibrahim memberikan sindiran yang tajam kepada mantan Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM), Sudirman Said.

Image
Ekonomi

Sempat Terhenti, PUPR Lanjutkan Lagi Pembangunan Trans Papua

Pembangunan sudah berlanjut sejak dua Minggu yang lalu.

Image
Ekonomi

Produk Music Phone dan QR EDC Buatan Indonesia Bakal Unjuk Gigi di Barcelona

Kementerian Perindustrian akan mendukung pengenalan serta pemasaran produk teknologi yang akan dibawa ke pameran Mobile World Congress.

Image
Ekonomi

Keputusan BI Rangsang IHSG Melambung

Optimisme para pelaku pasar terkait negosiasi perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok akan menghasilkan kesepakatan.

Image
Ekonomi

Industri Sawit Butuhkan Dukungan Pemda

Keberadaan perkebunan dan industri sawit sebagai investasi padat karya telah menjadi solusi.

Image
Ekonomi

Produk China Banjiri E-Commerce Indonesia, Indef: Pemerintah Ragu Cegat Arusnya

Sebagai negara dengan market besar secara langsung Indonesia diserbu produk-produk buatan China.

Image
Ekonomi

Triwulan IV 2018, Rupiah Menguat Sebesar 3,63 Persen

Rupiah mengalami penguatan sebesar 3,63 persen dibandingkan dengan level akhir triwulan III 2018, ditopang NPI yang mencatat surplus.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Jika Terpilih, Adik Kandung Pastikan Prabowo Takkan Dirikan Negara Khilafah

  2. Ini Loh Perhitungan Pembangunan Jalan Versi Matematika Tingkat SD, Bung Dahnil

  3. Soal Lahan Prabowo, Demokrat: Rezim Ini Tak Punya Kebenaran Moral untuk Mengatakan Kepemilikan

  4. Sindir Sudirman Said, Menteri Jonan: Kalau Mantan Sebaiknya Ga Usah Komentar

  5. Din Syamsuddin Sebut Partai Islam Harusnya Berkoalisi Secara Strategis

  6. Penting bagi Pria, Ini 5 Makanan yang Bisa Tingkatkan Kualitas Sperma

  7. Gelar Juara Persija Sudah Pasti Settingan?

  8. Aksi Kocak di Pelaminan, Lelaki Ini Nikahi Mantan Pacar Temannya

  9. BPN Tegaskan Takkan Laporkan Jokowi ke Bawaslu: Ya, Seperti Itu Namanya Debat

  10. Survei LSI di Sumsel: Prabowo 44,3% Jokowi 40,7%, Hasil Kerja Relawan Mulai Berbuah

Available

fokus

Debat Pilpres 2019
Mengupas Visi Misi Ekonomi Paslon
Golden Globe 2019
Available

kolom

Image
Dr. Idham Holik

Mengenal Polling Palsu Pemilu

Image
Ujang Komarudin

Saling Serang Pasca Debat

Image
Ilham M. Wijaya

Peluang dan Tantangan KPBU Properti

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Panggung Debat Kedua Milik Jokowi

Available

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Dik Doang: Aku Sedang Berjalan di Kesunyian

Image
Iptek

Debat Pilpres 2019

Ahmad Agus Setiawan: ‘Milenial Lebih Cepat Beradaptasi pada Sisi-sisi Tertentu, Terutama Digital’

Image
Hiburan

Cerita Egy Fedly Saat Pandangan Pertama Menjemput Jodoh

Sosok

Image
News

5 Fakta Perjalanan Karier Sudirman Said, dari Aktivis Antikorupsi hingga Tuai Kontroversi

Image
News

32 Tahun Menikah, 10 Potret Mesra Hary Tanoesoedibjo dan Istri

Image
News

Dari Aktor hingga Politisi, Ini 5 Fakta Perjalanan Karier Rano Karno