image
Login / Sign Up

Suku Bunga Acuan BI Akan Tetap di 4,25 Persen tapi Temporer

Denny Iswanto

Image

Bank Indonesia (BI) | AKURAT.CO/Rizal Mahmuddhin

AKURAT.CO, Bank Indonesia (BI) sore ini akan mengumumkan suku bunga acuan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan Maret 2018. Adapun suku bunga acuan BI atau BI 7 Day Reverse Repo Rate diprediksi akan tetap dipertahankan di level 4,25%, meskipun bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), menaikkan suku bunga acuannya sebesar 0,25%.

"Suku bunga acuan 7days repo rate diprediksi tetap di 4,25%. Ruang untuk pelonggaran moneter bisa dikatakan sudah tidak ada lagi akibat tren pengetatan moneter global paska Fed naikkan suku bunga 25 bps (0,25%) pada maret ini," tutur Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira saat dihubungi di Jakarta, Kamis (22/3).

Dari dalam negeri, ia juga menilai, inflasi bulan Februari lalu mulai mereda, namun harga beberapa bahan pangan masih akan tinggi hingga Lebaran. Jadi ada kemungkinan inflasi yang didorong volatile food akan membuat total inflasi 2018 berada diatas 3,5%. 

baca juga:

Pelemahan rupiah yang diakibatkan oleh keluarnya modal asing dan defisit neraca perdagangan juga menjadi pertimbangan BI untuk menahan 7days repo. BI masih akan menggunakan cadangan devisa untuk lakukan stabilisasi rupiah.

"Namun tidak menutup kemungkinan pada semester II ketika Fed naikkan bunga yang kedua kalinya pada Mei 2018 dan memberi tekanan besar pada rupiah BI akan naikkan 7days repo menjadi 4,5-4,75%. Proyeksi dari Fed sampai 2020 Fed rate akan naik sampai 3,1%. Artinya langkah BI untuk pertahankan bunga acuan hanya temporer," tegas Bhima.

Hal ini senada dengan Ekonom dari Bank Permata, Josua Pardede yang menyatakan bahwa BI akan mempertahankan BI 7-day Reverse Repo Rate tetap di level 4,25% mengingat stance kebijakannya yang netral.

Kebijakan netral tersebut tetap konsisten menjaga ekspektasi inflasi di target sasaran BI yaitu 3,5±1% serta menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah pengetatan kebijakan moneter bank sentral AS the Fed tahun ini melalui kenaikan FFR sebesar 75bps.

"Dalam sebulan terakhir ini keluarnya dana asing di pasar keuangan domestik telah memicu kenaikan volatilitas nilai tukar rupiah, namun, BI selalu berada di pasar dengan secara aktif melakukan langkah-langkah stabilisasi rupiah yang terindikasi dari penurunan cadangan devisa sepanjang bulan Februari," tutur Josua saat dihubungi di Jakarta, Kamis (22/3).

Ia juga menambahkan bahwa selain telah menaikkan tingkat suku bunga Fed sebesar 25bps pada bulan ini, Fed juga mengeluarkan dot plot yang menunjukkan ekspektasi Fed terhadap arah suku bunga pada tahun ini dan tahun depan.

Melihat dari dot plot yang dirilis Fed, sebagian besar anggota Federal Open Market Committee (FOMC) tetap memperkirakan bahwa kenaikan suku bunga AS tahun ini sebesar 75bps.

Volatilias pada rupiah diperkirakan akan menurun seiring penurunan ketidakpastian di pasar setelah Fed mengeluarkan dot plot pada rapat FOMC bulan ini. Sementara itu di sisi lain, ekspektasi inflasi juga diperkirakan berada dalam target sasaran inflasi BI.

"Jadi, mempertimbangkan tujuan BI yakni menjaga stabilitas harga dan nilai tukar pada tahun ini, maka stance kebijakan moneter BI diperkirakan netral dalam jangka pendek," seru Josua.

Ekonom Bank BCA David Sumual, juga mengatakan hal yang seirama bahwa BI masih akan mempertahankan suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate tetap di tingkat 4,25%.

"Semuanya masih sesuai dengan ekspektasi pasar dan tidak ada pengaruhmya (kenaikan suku bunga The Fed). Inflasi juga masih sesuai ekspektasi, jadi suku bunga acuan akan tetap," tegasnya. []

Editor: Juaz

Sumber:

berita terkait

Image

Gaya Hidup

FOTO Berkuda di Jakarta Indonesia Pet Show 2019

Image

Ekonomi

Akademisi Sebut Keputusan BI Tahan Suku Bunga Demi Stabilitas Rupiah

Image

Olahraga

Piala AFC 2019

Jelang Piala AFC, Pemain Pilar Persija Berlatih tanpa Simic

Image

Ekonomi

Freeport Berdayakan Nelayan Mimika Lewat Program Pengembangan Komunitas

Image

Hiburan

Gara-gara Video Ini, Hilda Vitria Dikabarkan Tengah Bersama Kriss Hatta

Image

Ekonomi

Literasi Keuangan Syariah di Kalbar Masih Minim

Image

News

Pangeran Arab Saudi Bela China Soal Kamp Penahanan Muslim Uyghur

Image

Ekonomi

Melihat Potensi Besar Bisnis Minyak dari Kunjungan Pangeran Arab ke China

Image

Ekonomi

Debat Pilpres 2019

Dahnil Banjir Sindiran, Penulis Buku: Emang Jalan Raya Bentuknya Lurus Kayak Jalanan Babi?

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

RI Cerita Pengalaman Kembangkan UMKM di Afrika Selatan

Kunci sukses UMKM bertahan di Indonesia bukan saja kemandirian para pengusaha kecilnya.

Image
Ekonomi

Ini Pelajaran yang Dapat Diambil Pengusaha Dari Bangkrutnya GM

Penutupan sejumlah pabrik ini disinyalir dapat menjadi pelajaran bagi para pebisnis.

Image
Ekonomi

10 Tahun Lagi Kecerdasan Buatan Akan Pacu Pertumbuhan Global

Artificial intelligence atau kecerdasan buatan (AI) dapat meningkatkan pertumbuhan PDB tahunan sebesar 1,2 persen pada decade berikutnya.

Image
Ekonomi

Banten Mulai Pasok Jagung Bagi Charoen Pokphand

Panen perdana hasil produksi pengembangan jagung di Provinsi Banten sudah mampu memasok untuk kebutuhan industri pakan ternak

Image
Ekonomi

Pemerintah Harus Perhatikan Alih Fungsi Lahan Untuk Ketahanan Pangan

Saat ini luas lahan pertanian dinilai mengalami penurunan akibat kerap dijadikan pembangunan yang tidak terkait dengan produksi pangan.

Image
Ekonomi

Pembangunan Fisik Pelabuhan Kendari Tuntas 100 Persen

Rampungnya pembangunan pelabuhan tersebut juga didukung penuh oleh Pemerintah Kota Kendari dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Image
Ekonomi

Menkop Puspayoga Tuntut Koperasi Tumbuh Berkualitas Agar Berkontribusi Bagi Pemerataan

Koperasi turut memberi kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional tercermin dalam PDB koperasi.

Image
Ekonomi

Mengintip Progres Pembangunan PLTU 2 Cirebon

Saat ini pembangunan sudah mencapai 39 persen dan ini lebih tinggi dari apa yang ditargetkan semula.

Image
Ekonomi

Layani 16 Ribu Jiwa, 6 Sumur Bor Dibangun di Tanah Datar

Sumur bor di Desa Sumanik dapat melayani hingga 1.400 jiwa.

Image
Ekonomi

Kementan Kian Giat Kembangkan B-100

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui program penelitian berhasil mengembangkan bahan bakar Biodiesel B-100 atau 100 persen Biosolar.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Usai Inggris, Giliran Bangladesh Tolak Shamima Begum

  2. Menteri Terlambat Tiga Menit, Rapat Komite Olimpiade Jepang Diboikot

  3. FBR Jakarta Utara Deklarasi Dukungan kepada Joko Widodo-Ma’ruf Amin

  4. PBB Tegaskan Tak Pernah Deklarasikan Dukungan Kepada Prabowo-Sandi

  5. Polri Siapkan Personel untuk Bebaskan Dua WNI yang Disandera Abu Sayyaf

  6. Shamima Begum Bingung Cari Negara untuk Pulang, Bangladesh Juga Menolak

  7. Indonesia Masih di Zona Unicorn, 5 Startup Dunia Ini Sudah Tembus Level Decacorn

  8. Massa Aksi GNPF MUI Medan Bentangkan Spanduk 'Copot Kapolda Sumut'

  9. BMKG Imbau Warga NTB untuk Waspadai Cuaca Ekstrim yang Bisa Timbulkan Bencana

  10. Intip Cara Berpakaian Kerajaan Inggris Ketika Sedang Tak Bertugas

Available

fokus

Debat Pilpres 2019
Mengupas Visi Misi Ekonomi Paslon
Golden Globe 2019
Available

kolom

Image
Dr. Idham Holik

Mengenal Polling Palsu Pemilu

Image
Ujang Komarudin

Saling Serang Pasca Debat

Image
Ilham M. Wijaya

Peluang dan Tantangan KPBU Properti

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Panggung Debat Kedua Milik Jokowi

Available

Wawancara

Image
Hiburan

Dik Doang: Aku Sedang Berjalan di Kesunyian

Image
Iptek

Debat Pilpres 2019

Ahmad Agus Setiawan: ‘Milenial Lebih Cepat Beradaptasi pada Sisi-sisi Tertentu, Terutama Digital’

Image
Hiburan

Cerita Egy Fedly Saat Pandangan Pertama Menjemput Jodoh

Sosok

Image
Ekonomi

Caleg Milenial yang Terdompleng Latar Belakang Keluarganya, Siapa Saja Mereka?

Image
News

Mertua Idaman, 8 Potret Keakraban Aburizal Bakrie dengan Menantu

Image
News

Selalu Saling Dukung, 10 Potret Mesra Sudirman Said dan Istri